BrebesNews.Co 25 February 2015 Read More →

Tak Melaut, 15.101 Nelayan Brebes Terima Beras Paceklik

beras paceklik2

Pembagian beras paceklik untuk nelayan

BREBESNEWS.CO – 15.101 Nelayan di wilayah Kabupaten Brebes mendapat bantuan beras dari Pemerintah Kabupaten Brebes. Bantuan diberikan kepada para nelayan yang berasal dari 5 kecamatan di sepanjang pesisir pantura Brebes yang saat ini tidak melaut karena tengah menghadapi cuaca ekstrim berupa angin kencang dan ombak besar.

Pemerintah Kabupaten Brebes secara langsung juga akan menyalurkan beras sebanyak 60 ton lebih kepada nelayan di wilayah Kecamatan Tanjung, Losari, Bulakamba, Brebes dan Wanasari.

Bantuan beras paceklik diserahkan secara simbolis oleh Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE didampingi anggota DPRD, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan SKPD terkait lainnya, Senin (23/2/2013) kemarin, di TPI Desa Pengaradan Kecamatan Tanjung.

“Setiap KK Nelayan mendapatkan 4 kg beras,” ucap Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Ir Gatot Rudianto kepada awak media saat mendampingi bupati.

Di wilayah Kecamatan Tanjung, lanjut Gatot, yang mendapatkan adalah nelayan di wilayah Desa Krakahan sebanyak 1.226 KK dengan jumlah beras sebanyak lebih dari 4 ton dan nelayan di wilayah Desa Pengaradan sebanyak 1.744 KK dengan jumlah beras sebanyak 6.9 ton.

Sedang untuk nelayan di wilayah kecamatan lain, kata Gatot, akan segera kami distribusikan.

Sementara itu, dihadapan para keluarga nelayan Desa Pengaradan dan Krakahan, Bupati Idza menyebut dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat seperti sekarang ini memang nelayan harus lebih berhati hati dan jangan memaksakan diri untuk melakukan aktifitas dilaut lepas,

“untuk sementara waktu, bapak ibu bisa mencoba mencari nafkah di bidang yang lain sampai cuaca laut kembali normal,” imbau Idza.

Tidak hanya itu, Bupati Idza juga mendorong istri para nelayan untuk memiliki keterampilan sehingga bisa menambah penghasilan keluarga.

“Keterampilan ini, sangatlah penting untuk meningkatkan nilai jual produk ikan hasil tangkapan para suami. Sebagai contoh untuk bisa
mengolah ikan menjadi berbagai kudapan ringan seperti keripik kulit ikan yang secara ekonomi memiliki nilai jual lebih,” tambahnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya pendidikan sehingga diharapkan para nelayan yang memiliki anak-anak agar mengutamakan pendidikan mereka hingga ke tingkat SMA bahkan jika bisa hingga menyandang predikat sarjana.

Tidak hanya itu, Bupati juga mengingatkan warga yang hadir untuk waspada terhadap wabah demam berdarah. Bupati kembali menyampaikan pentingnya kebersihan di lingkungan sekitar, tidak hanya di rumah tapi juga tempat kerja, sekolah maupun mushola agar dijaga kebersihannya.

Mendapatkan bantuan beras ini, Suni (38) mengaku senang. Terlebih, kata Suni, akhir-akhir ini harga beras yang menembus lebih dari Rp. 10 ribu per kilonya.

“Maturnuwun bu Bupati,” kata Suni sumringah saat menerima bungkusan beras.(AFiF.A)

Posted in: Sosial