BrebesNews.Co 14 March 2015 Read More →

Anggota DPRRI, Fikri : Pemerintah Pusat Jangan Fokus Bencana ke Gunung Slamet Saja

koler

Jembatan Cipicung Desa Pabuaran Kecamatan Salem yang pondasinya ambruk akibat banjir bandang. (foto : Priyanto Rodjak)

BREBESNEWS.CO – Ahmad Fikri Faqih anggota DPRRI dari Dapil 9 (Tegal, Kabupaten Tegal, Brebes) yang merupakan anggota Komisi VIII DPR RI, dan membidangi agama, sosial dan pemberdayaan perempuan ini, menyerahkan bantuan bencana alam kepada Bupati Brebes Idza Priyanti. Pemberian bantuan disaksikan oleh para kades dan camat dari kecamatan Bantarkawung dan Salem, Jumat (13/3/2015) di Kantor Kecamatan Bantarkawung.

Bantuan berkenaan dengan terjadinya bencana tanah longsor di Salem dan Bantarkawung, yang sempat menutup akses jalan provinsi dua kecanmatan tersbut, juga merobohkan rumah warga dan satu jembatan jembatan Cipicung Desa Pabuaran Salem pondasinya ambruk. Selain itu juga memakan 2 korban tewas warga Citimbang yakni Warsudin (70) dan menantunya Endo (27).

Kunjungan kerja anggota DPRRI dari Fraksi PKS ini, selain diikuti Bupati Brebes Idza Priyanti, juga ikut serta Anggota DPRD Brebes dan dari BNPB (Badan Nasional Penanggulan Bencana) yang diwakili Tunjungan Tambunan melakukan peninjauan di daerah-daerah yang dilanda bencana tanah longsor dan banjir yang ada di kecamatan Bantarkawung serta Salem

Usai kunjungan ke lokasi bencana A. Fikri Faqih, menyatakan 10 dari 21 desa yang ada dikecamatan Salem dan 13 dari 18 desa yang ada di kecamatan Bantarkawung telah masuk kezona rawan benca alam tanah longsor dan banjir.

“Ini karena faktor keberadaan dua gunung ( Geulis dan Baribis) yang ada diwilayah kecamatan Salem dan Bantarkawung yang lempengannya sejajar dengan patahan di kawasan Ciregol,” ujar Fikri dalam pernnyataan perssnya.

Fokus bencana ke Gunung Slamet

Menurutnya, Selama ini pemerintah pusat hanya memfokuskan pada perkembangan bencana ke Gunung Slamet saja. Padahal 2 gunung tersebut ada di kecamatan Bantarkawung dan Salem juga memiliki potensi bencana alam yang butuh perhatian khusus, karena adanya lempengan atau patahan yang memiliki potensi bencna alam yang cukup tinggi.

“Dimana setiap musim hujan datang, air hujan yang turun akan masuk kedalam tanah dan membuat retakan yang kemudian akan menyebabkan tanah longsor dan banjir,” tandas Fikri.

Kedepan Fikri berjanji akan memperjuangkan anggaran di pemerintahan pusat untuk penanggulangan serta penanganan terhadap bahaya longsor di kedua wilayah kecamatan Bantarkawung dan Salem. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi