BrebesNews.Co 16 March 2015 Read More →

Bikin Banjir Sawah, PT Waskita Didemo

IMG_3324

Warga yang sawahnya terendam banjir saat demo di depan kantor PT. Waskita akibat pembangunan Tol Pejagan – Pemalang.

BREBESNEWS.CO – Warga Desa Sutamaja  Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes menggeruduk kantor PT Waskita TollRoad yang berada di depan Exit Tol Pejagan, Senin (16/3/2015).

Mereka menuntut ganti rugi karena tanaman cabe dan bawang merah miliknya rusak terendam banjir akibat pembangunan Tol Pejagan – Pemalang.

Rustadi (40), perwakilan warga mengatakan jembatan darurat yang dibuat oleh PT Waskita terlalu rendah. Hal itu menyebabkan air Sungai Kabuyutan yang meluap terbendung oleh jembatan darurat dan menjebol tanggul. Air pun merendam sawah warga seluas 20 hektar.

“Gara-gara PT Waskita, warga minta ganti rugi. Cabe yang seharusnya dipanen 3 bulan terpaksa sampai 6 bulan. Padahal merawat cabe itu obat sama pupuknya mahal,” katanya saat berorasi di depan kantor PT Waskita TollRoad.

Bata hilang

Hal yang sama dituntut Rosiah (45), perajin bata dari Desa Sutamaja. Ia mengaku sudah 4 kali hasil produksinya habis terendam banjir luapan Sungai Kabuyutan yang arusnya terhalang jembatan darurat buatan PT Waskita. Sedikit 20 ribu bata hilang setelah air merendam bata yang baru diproduksinya itu.

“Pokoknya kami minta ganti rugi. Ada seratus yang buat bata. Mereka juga nasibnya sama. Sudah 4 kali terendam banjir,” ujarnya. Aksi tersebut mendapat kawalan ketat dari polisi. Selesai berorasi, pihak perwakilan PT Waskita sekalu pelaksana proyek menerima perwakilan warga untuk berdiskusi.

Sementara itu Humas Teknis PT Waskita TollRoad, Kartono mengaku telah ada kesepakatan untuk mengitung kerugian warga akibat kejadian itu. Pihaknya bersama PSDA juga akan melakukan perhitungan teknis penyebab banjir yang tejadi di Desa Sutamaja.

“Biar masyarakat merasa tidak dibohongi. Apa itu disebabkan karena tanggul kita atau karena alam. Sesuai informasi ketinggian 160 cm tapi kemarin terjadi sampai 240 cm. Diluar perkiraan kami,” jelasnya usai beraudensi dengan warga. (*)

Kiriman : Kuntoro Tayubi
Editor     : AFiF.A

Posted in: Serba Serbi