BrebesNews.Co 16 March 2015 Read More →

Kepala SMK MKM Ketanggungan, Taufik : Peluang Kerja Tenaga Medis Masih Tinggi

SMK MKM Ktg1

Pendaftaran SMK Mitra karya Mandiri Ketanggungan yang sudah di buka

BREBESNEWS.CO -Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) makin dibutuhkan dunia kerja, baik di perusahaan regional, nasional, maupun internasional.Pasalnya link and match untuk menekan angka pengangguran makin nyata terutama untuk kompetensi bidang kesehatan.

“Sehat itu mahal dan setiap orang butuh sehat, makanya tenaga kesehatan sangat dibutuhkan. Dengan demikian peluang kerja tenaga medis ataupun kesehatan masih tinggi,” tutur Kepala SMK Mitra Karya Mandiri (MKM) Ketanggungan Drs Taufiq MPd di ruang kerjanya, Senin (16/3/2015).

Tenaga kesehatan di Indonesia dewasa ini sangat banyak, mencapai 13 jenis yaitu dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, perawat gigi, apoteker, asisten apoteker, sanitarian, tenaga gizi, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga keterapian fisik, dan tenaga keteknisian medis.

Sekolah Menengah Kejuruan bidang keahlian Farmasi sangat tepat dengan situasi dan kondisi yang ada sekarang ini. Termasuk di dalamnya pelaksana di bidang farmasi, termasuk sektor pelayanan (apotek, rumah sakit), distribusi obat (PBF, Pedagang Besar Farmasi) juga sector industry dan laboratorium.

Sebagai wujud menjawab tantangan zaman. SMK MKM terus meningkatkan kualitasnya. Termasuk dengan membuka pendaftaran lebih awal untuk mendapatkan bibit unggul dari berbagai SMP/MTs di Kabupaten Brebes.

“Kami sudah membuka pendaftaran sejak Februari 2015, dan sudah ratusan siswa mendaftar dari 11 Kecamatan se Kabupaten Brebes,” terangya.

Tahun pelajaran 2015/2016 membuka 10 kelas yang terbagi dalam 4 kompetensi keahlian, yakni Keperawatan 2 kelas, Analis Kesehatan (3), Farmasi (3) dan Farmasi Industri (2). “Kami membutuhkan 360 siswa kelas X untuk tahun pelajaran mendatang,” ucapnya.

Ditahun pertama kelulusan nanti, sebanyak 179 Siswa SMK Mitra Karya Mandiri telah lulus Ujian Praktek Kejuruan (UPK). Untuk 31 anak jurusan Perawat telah diuji praktek pihak Rumah Sakit Dedy Jaya.

78 anak Analis Kesehatan diuji praktek Persatuan Ahli Tenaga Laboratium Kesehatan (Patelki) Provinsi Jateng, dan 70 anak jurusan Farmasi telah diuji praktek Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Prov Jateng.

“Saya yakin, meski sekolah ini berada di desa tetapi mampu berprestasi kota. Apalagi dibimbing oleh 54 guru-guru muda yang masih segar dan semangat tinggi,” pungkasnya. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan