BrebesNews.Co 16 March 2015 Read More →

Khitanan Massal Warnai Peringatan HUT PPNI ke 41 Komisariat Bantarkawung

Khitanan masal

Khitanan Massal oleh Persatuan Perawan Nasional Indonesia (PPNI) Komisariat Bantarkawung

BREBESNEWS.CO – Memperingati perayaan hari ulang tahun (HUT) Pesatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang ke 41 tahun, PPNI komisariat Bantarkawung bekerjasama dengan Puskesmas Bantarkawung, Puskesmas Buaran dan UPT BKBPP Kecamatan Bantarkawung telah mengadakan kegiatan Bakti Sosial didesa Bangbayang Kecamatan Bantarkawung.

Adapun kegiatan Bakti Sosial yang diadakan, Minggu (15/3/2015) utamanya yakni Khitanan Massal. Selain itu juga  pengobatan gratis, pelayanan KB dan penyuluhan tentang promosi kesehatan kepada masyarakat.

Menurut H Saripudin selaku ketua komisariat PPNI Bantarkawung kegiatan baksos ini semata-mata sebagai wujud kepedulian komisariat Bantarkawung akan pentingnya kesehatan masyarakat.

“Alhamdulillah untuk peserta khitanan massal sebanyak 20 anak dari keluarga tidak mampu, lalu untuk pengobatan gratis melayani sekitar 200 warga dan untuk pelayanan KB gratis melayani pemasangan serta pelepasan sejumlah 50 aseptor,” papar Saripudin, Senin (16/3/3015).

Terpisah Ketua PPNI kab Brebes, Supardi SKM, S.Kep menyampaikan apresiasinya kepada komisariat PPNI Bantarkawung yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial berupa Khitanan Massal, pengobatan Gratis, pelayanan KB dan penyuluhan tentang promosi kesehatan kepada masyarakat.

Melihat antusias masyarakat akan adanya baksos semacam ini, pihaknya berharap kegiatan itu bisa dijadikan agenda rutin tahunan oleh semua komisariat PPNI di seluruh kabupaten Brebes.

“Kedepan kegiatan Baksos yang digelar komisariat PPNI Bantarkawung ini, hendaknya bisa dijadikan inspirasi bagi semua komisariat PPNI di seluruh kabupaten Brebes. Karena kegiatan semacam ini sangat positif dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang kurang mampu” ungkap Supardi.

Supardi juga menghimbau, dengan potensi tenaga perawat yang ada diseluruh puskesmas dan rumah sakit baik negri maupun swasta di kabupaten Brebes, agar mampu mendayagunakan perawat yang ada, sehingga pelayanan terhadap masalah kesehatan masyarakat bisa terlayani seoptimal mungkin.

“Kadang ada perawat yang memiliki potensi lebih tetapi tidak dioptimalkan karena faktor suka dan tidak suka seorang pimpinan, sehingga yang menjadi korban adalah masyarakat,” ujar Supardi lagi

Supardi berharap organisasi-organisasi kesehatan untuk saling bahu membahu serta saling sinergi dalam upaya memecahkan masalah kesehatan yang ada seperti kasus AKI, AKB, DBD dan kasus kesehatan lainnya yang butuh kerjasama semua pihak.
(DHANI_Bumiayu)

Posted in: Sosial