BrebesNews.Co 4 March 2015 Read More →

Libatkan UGM, Kabupaten Brebes Ingin Wujudkan Ekowisata Pesisir

20150303_092610_resized

Pembahasan seputar perwujudan ekowisata pesisir yang dihadiri tim dari UGM Yogyakarta di Bappeda Brebes

BREBESNEWS.CO -Optimalisasi Ekowisata Pesisir di Brebes, Bappeda Brebes melibatkan Universitas Gajah Mada (UGM) untuk mewujudkan impian Pemkab.

Bertempat di Aula Bappeda, hadir perwakilan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Slamet Widianto, Bambang Retno Adji, Tjut Sugandawaty Djohan. Dari Brebes dihadiri Dinas Kelautan dan Perikanan, Disparbudpora, Dinas Pengairan dan ESDM, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Pertanian dan hortikultura, Kantor Lingkungan hidup.

Dari Unsur masyarakat, ada Kelompok Mangrove kaliwlingi, Kelompok Mangrove Grinting, LSM peduli Lingkungan Hidup (IPHTI, LPPSDA) dan Komunitas Peduli mangrove dari Celoteh Brebes Membangun (CBM), Selasa (3/3/2015).

Ir. Djoko Gunawan, MTP Kepala Bappeda menuturkan hadirnya tim UGM di Brebes untuk bisa meramu, mengisi dimana yang bisa diperbuat, dipadukan mimpi kawasan tersebut, sehingga lokasi ekowisata bahari tersebut bisa lestari lingkungannya, income masyarakat bisa meningkat dan dampak akhirnya bisa mengurangi kemiskinan di lokasi tersebut, ” tandasnya.

Hal sama juga di sampaikan oleh Ir. Amin Budi Rahardjo, MPi, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) menuturkan ada 4 ekowisata yang ingin di kembangkan di Brebes, yaitu ekowisata hutan, ekowisata pegunungan, ekowisata karet dan ekowisata pesisir, khusus di Desa Kaliwlingi, Randusanga Kulon, Randusanga Wetan, Sawojajar yang tahun ini (2015) ditetapkan sebagai ekowisata pesisir,” terangnya.

Peluang ekowisata pesisir di Brebes

Selanjutnya Ia juga menjelaskan banyak peluang jika mengembangkan ekowisata pesisir mangrove ini.

“Bila ini diwujudkan akan muncul desa wisata, pusat pembibitan mangrove, wisata kuliner, pulau kepiting, pulau pasir yang jernih, lokasi yang nyaman dan lestari. Selain itu tempat pemancingan yang menarik dan nyaman, outbound, snorkling diving dan surving, sky air, olah raga air serta banana boat, batik msngrove, pengolahan ikan, ” imbuhnya.

Tjut Sugandawaty Djohan dari tim UGM mengatakan intervensi untuk di Brebes harus di tata kelola DAS Hulu dan DAS Tengah bila akan bangun ekowisata pesisir.

“Rencana ke depan UGM akan menindaklanjuti dengan cara shorterm yaitu melalui pendampingan ekowisata pantai, pelibatan mahasiswa UGM dan secara longterm melalui eco agrowisata dalam landscape ( perbaikan hulu ) dan sea-scape (mempertahankan danau atau rumput laut),” terangnya.

Djohan menandaskan kunci ekowisata mangrove bisa berhasil apabila suplai air tawar harus teratur. Pasang surut juga harus teratur dan sedimentasi (lumpur) harus stabil.

“Perubahan iklim berbahaya apabila watershed (DAS) tidak di tangani dengan serius karena berakibat rusaknya ekosistem hutan bakau dan lainnya,” kata Djohan. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi