BrebesNews.Co 15 March 2015 Read More →

Miss Teen Indonesia (MTI) Kunjungi SMK Negeri 1 Brebes

MISS Teen1

Miss teen Indonesia 2015 Nadla Hairinisa saat memperagakan busana ditengah-tengah siswi SMKN1 Brebes

BREBESNEWS.CO – Miss teen indonesia (MTI) 2015 Nadla Hairinisa (Mahasiswi Teknologi Industri Pertanian, Universitas Gadjah Mada) Jogjakarta dan 2nd Runner Up MTI Tengku Nizwa (Mahasiswi Hukum, Universitas Trisakti) Jakarta mengunjungi SMK Negeri 1 Brebes dijalan Dr. Setiabudi No. 17 Kembang Baru Brebes.

Miss Teen Indonesia adalah kontes kecantikan Indonesia yang diperuntukkan untuk remaja wanita berusia 13 hingga 17 tahun. Penggagas pertamanya sebuah even organizer Wayan Sinema yang dipimpin oleh Andi Soraya bekerja sama dengan Rumah Sinema Multimedia sebagai penyelenggaranya.

Kedatangan mereka untuk memotivasi kreatifitas peserta didik dalam dunia fashion, modeling dan designer busana.

“Kami mengajak para siswa untuk mengenal lebih dekat dengan para ratu kecantikan Indonesia ini,” terang Manager Nusantara Internasional Pageant, Asman disela kegiatan di Aula SMK N 1 Brebes, Sabtu (14/3/2015).

Asman menjelaskan, MTI mengemban misi mengembangkan nilai seni, keterampilan, organisasi, dan kerja sama yang tinggi. Selain itu memberi bimbingan, pelatihan, dan motivasi agar dapat memperoleh hasil yang maksimal dengan nilai kompetensi yang tinggi yang dimiliki peserta.

“Di SMK 1 Brebes inikan ada jurusan Busana Batik, jadi kami ingin mendorong siswa agar bisa kreatif merancang busana buat para Miss ini juga di tahun-tahun mendatang,” ungkap Nadla Harinisa.

Jurusan Busana Batik kurang minat

Kepala SMK N 1 Brebes Drs Ali Subchi MPd mengatakan, sekolahnya membuka jurusan Busana Batik sudah lama. Namun belum menjadi jurusan favorit. Hal ini terbukti hanya 140 siswa saja dari kelas X-XII.

Padahal, tambah Subechi siswa di sekolah ini mencapai 1.224 siswa dari jurusan Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Pemasaran, Teknik Komputer Jaringan dan Busana Batik.

“Masyarakat menganggapnya kalau di jurusan Busana Batik hanya sekolah menjahit saja, padahal tidak hanya sekadar menjahit tapi untuk menjadi designer,” terangnya.

Apalagi, lanjut Subchi, era sekarang orang membeli pakaian tidak hanya saat lebaran saja. Tetapi setiap saat orang membeli pakaian setiap ada event-event tertentu. Dengan demikian sangat dibutuhkan designer-designer handal.

“Lulusan dari jurusan Tata Busana Batik, tidak ada yang nganggur,” tandasnya.

Terlihat suasana meriah di aula yang hanya berkapasitas 200 orang tersebut. Akibatnya para siswapun saling berdesak-desakan ingin melihat secara langsung MTI yang cantik dan menawan. Dialog juga digelar usai peragaan busana oleh kedua utusan MTI itu. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan