BrebesNews.Co 2 March 2015 Read More →

Saat Tari Tor-tor dan Gondang Jadi Pelepas Rindu Warga Batak Perantauan Brebes

tor tor

Prosesi pernikahan antar warga Batak perantauan Brebes di hotel Panorama Klampok Wanasari dengan dimeriahkan tari Tor-tor dan musik Gondang Batak

BREBESNEWS.CO – Bagi warga Batak asal Sumatera Utara, acara resepsi pernikahan bisa jadi ajang melepas rindu pada kampung halamannya. Pasalnya dalam acara pernikahan inilah terdapat acara tarian Tor-tor dengan diiringi musik Gondang Batak. Pemandangan seperti itu bisa disaksikan saat terjadinya resepsi pernikahan antar kedua warga Batak Perantauan Brebes yang sedang menikah, yakni antara keluarga Gultom (pihak laki-laki) dan Keluarga Silalahi ( dari pihak perempuan), yang diadakan di hotel Panorama jalur Pantura Klampok Kecamatan Wanasari.

hen

Hendrik Silalahi

Bagi masyarakat Batak, tarian tradisional Batak atau yang yang kerap di sebut Tor- Tor Batak sebagai bagian dari jiwa orang Batak yang berasal dari Sumatera Utara.

“Tarian Tor-tor mempunyai ciri khas sederhana hanya menggunakan goyangan telapak tangan, dan biasanya selalu diiringi musik tradisional yaitu Gondang Batak,” ujar Hendrik Silalahi, warga batak perantauan Brebes yang ikut dalam prosesi pernikahan itu, Minggu (1/3/2015).

Tari Tor-tor dan musik Gondang Batak, keduanya kerap menjadi sajian hiburan pada pesta perkawinan, kematian dan syukuran. Prosesi diatur berdasarkan kedudukan dari kasta orang batak tersebut.

“Filosofi orang Batak, pertama Sombah Marhula-hula atau hormat pada keluarga paman. Kedua Manat Mardongan Tubuh yakni tolong menolong saudara semarga, dfan ketiga, Ellek Marboru atau sayang terhadap saudari perempuan kita. Menurut kata orang tua dahulu, jika filosofi ini di jalankan diyakini di perantauan warga Batak itu pasti sukses,” tambah Hendrik.

Sisi lain, apabila salah satu warga Batak yang ada di kota bawang Brebes menggelar hajat perkawinan maka itu bisa disebutkan sebagai suatu berkah. seperti pernikaahan yang dilaksanakan keluarga Gultom dan keluarga Silalahi ini. Secara sukarela warga Batak Perantauan Brebes akan bergotong-royong membantu pelaksaan acara tersebut.

“Dalam acara pernikahan warga Batak perantauan biasanya terjadi pertemuan sesama saudara warga Batak baik berasal dari dalam kota maupun dari luar kota. Dalam acara itu, selain mendengarkan musik Gondang yang dibarengi tari Tor-Tor juga terjadi hubungan talisilaturahmi dan bersama melepas kerinduan akan kampung halaman,” pungkas Hendrik.

Sementara berdasarkan informasi yang didapat, warga perantauan Batak yang berada di Kabupaten  Brebes  mencapai 2800 orang. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi