BrebesNews.Co 7 April 2015 Read More →

2 Jam Bersama Yoshida Toshikazu, di MAN 1 Brebes

yoshida3

Yoshida Toshikazu saat mengisi pelajaran bahasa Jepang di MAN 1 Brebes

BREBESNEWS.CO – Yoshida Toshikazu BE ME, Praktisi Kebudayaan di Pusat Kebudayaan Nagoya Jepang, berkesempatan mengajar Bahasa Jepang di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Brebes.

Dia berharap, anak-anak MAN bisa menangkap secara langsung dari penutur pertama sehingga artikulasinya menjadi jelas. Disamping itu, untuk menambah pengetahuan tentang budaya Jepang.

Yoshida didampingi penerjemah Akbar Nur Purnama dari Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, mengajar bahasa Jepang dan Kebudayaan Jepang selama lebih kurang 2 jam.

Dia menerangkan satu persatu kata benda, kata kerja dan percakapan. Dari Tas, Kursi, Meja, Sekolah, lapangan, papan tulis, hingga bendera jepang diterangkan satu persatu.

“Arigatou, artinya terima kasih,” kata Yoshida saat mengajar di hadapan kelas XI IPS 1, Selasa (7/4/2015).

Tidak hanya menerangkan persoalan kata-kata dasar Jepang, Yoshida juga menerangkan kehidupan masyarakat Jepang yang masih kental memegang adat istiadat. Memberi motivasi, kebudayaan, Gombatte (perjuangan) hingga penilaian tentang pembelajaran di Jepang dan Indonesia.

“Pada dasarnya, pendidikan di Indonesia dan Jepang sama saja. Tetapi di Jepang lebih mengutamakan ketinggian moral, terfokus soal moral,” terangnya.

Menurutnya, Indonesia menjadi Negara super power kalau masyarakatnya memenuhi apa yang tertera dalam tuntunan Islam.

“Kalau konsekwensi kedisiplinan rakyat Indonesia seperti yang tercantum dalam ajaran Islam, pasti Indonesia jadi super power di segala bidang,” tutur Yoshida yang sesekali menggunakan bahasa Indonesia dengan terbata-bata.

Terapkan disiplin

Perbedaan yang mencolok bagi Indonesia dan Jepang memang dikedispinannya, sehingga bisa dipastikan kalau Indonesia mampu menerapkan disiplin dengan kokoh maka Indonesia akan menjadi Negara super power.

“Orang orang Indonesia memiliki kelebihan yang luar biasa termasuk alamnya yang subur makmur,” kata Yoshida yang sudah menjadi Muslim itu.

Para siswa juga dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan tentang budaya dan pola hidup masyarakat Jepang. Termasuk kesulitan mempelajari bahasa Jepang dan Huruf Kanji yang sangat asing diterjemahkan.

Dia juga menawarkan beasiswa dari Jepang untuk anak-anak Indonesia. Akses beasiswa bisa lewat kedutaan, tentu syarat utamanya harus menguasai bahasa Jepang.

Guru Bahasa Jepang MAN 1 Brebes Siti Sudiati SPd menuturkan, setelah kedatangan Yoshida, dirinya akan mendirikan Jepang Study Club. Hal ini untuk memberi pembekalan lebih jauh tentang bahasa Jepang.

“Dengan Jepang Study Club, saya yakin para siswa akan mahir berbahasa Jepang,” imbuhnya. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan