BrebesNews.Co 7 April 2015 Read More →

Janji Bisa Gandakan Uang Milyaran, 2 Penipu Dicokok Polisi Larangan

tipu

Tampak 2 penipu dengan barang buktinya berupa kurungan ayam., botol minyak misik dan sajadah. Sebelah kiri Kapolsek Larangan Brebes AKP Sapari

BREBESNEWS.CO – Jajaran Polisi Sektor (Polsek) Larangan berhasil menangkap dua pelaku penipuan dengan modus penggandaan uang dengan korbannya warga Larangan Brebes. Mereka ditangkap di rumahnya di wilayah Kabupaten Tegal setelah polisi melakukan pengejaran.

Pelaku M Ali Sairin (42) warga Desa Pagianten RT 18/05 Adiwerna Tegal dan Pangkih Suwito (37) Desa Pagedangan RT 14/02 Adiwerna Tegal di cokok polisi tanpa perlawanan.

Sementara seorang pelaku lagi bernama Parno (40) Desa Pagedangan RT 10/02 Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal masih buron.

Kapolsek Larangan, AKP Sapari menjelaskan modus penipuan yang dilakukan para pelaku dengan cara merayu korban dan menjanjikan mendatangkan uang berjumlah milyaran rupiah. Namun, korban terlebih dulu harus menyerahkan uang sejumlah Rp 31 juta rupiah.

“Uang itu katanya untuk membeli minyak. Korban yang melapor inisial MM warga Kecamatan Larangan ini awalnya tidak mau, namun Ali datang lagi yang kedua dan merayu hingga akhirnya korban bersedia menyerahkan uang hingga Rp 31 juta,” kata Kapolsek, Senin sore (7/4/2015) di kantorya.

Setelah dibelikan minyak, para pelaku melakukan ritual di sebuah kamar di rumah korban. Minyak jenis misik dengan ukuran botol besar dimasukkan kedalam kurungan ayam yang dibawa pelaku. Selanjutnya kurungan ayam tersebut ditutup dengan kain warna putih.

“Kepada korban Ali meminta untuk tidak membukanya selama 3 hari. Tapi setelah tiga hari saat kurungan dibuka oleh korban dan disaksikan pelaku ternyata uang yang dijanjikan tidak ada,” jelas Sapari.

Pelaku kemudian berdalih kalau minyak yang dibeli ternyata bukan minyak asli. Korban kemudian meminta uang kembali kepada korban, namun ditolak. Sejak peristiwa tersebut pelaku tidak pernah menampakkan diri, dan jika dihubungi baik dirumahnya maupun lewat telepon selulernya selalu berkelit.

Peristiwa yang terjadi antara bulan Desember 2014 dan Januari 2015 tersebut semakin berlarut-larut hingga korban menyadari bahwa dirinya telah tertipu. Korban akhirnya memutuskan untuk melaporkan penipuan tersebut ke Polsek Larangan awal bulan Maret 2015 lalu.

Polisi pun bergerak dan berhasil menangkap dua pelaku dengan barang bukti 1 (satu) buah botol besar terbuat dari kaca berisi minyak yang masih tersisa. Satu lembar kain putih, satu buah kurungan terbuat dari bambu, satu lembar sajadah warna kuning kehijauan, dan satu lembar kwitansi serah terima uang.

“Atas sangkaan ini, para pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” kata Sapari. (*)

Berita kiriman Kuntoro Tayubi
Editor : AFIF ARFANI

Posted in: Kriminal