BrebesNews.Co 26 May 2015 Read More →

Kasus Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan Belum dapat Perhatian

gsib2

Penguatan Kelompok Kerja Tetap (Pokjatap) dan Satgas Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB) di Gedung Wanita, Jalan Ahmad Yani Brebes, Selasa (26/5/2015).

BREBESNEWS.CO – Kasus kematian bayi dan ibu melahirkan, belum mendapat perhatian yang optimal dari seluruh komponen masyarakat. Bila dibandingkan dengan kasus Demam Berdarah Denggue (DBD) tidak sebanding penanganan dan perhatian dari seluruh masyarakat. Akibatnya, dari tahun ke tahun kasus kematian bayi dan ibu melahirkan selalu tinggi.

“Contoh tahun 2014 lalu Kasus DBD hanya 7 orang, sedangkan Kasus kematian ibu melahirkan mencapai 73 orang di Brebes, tetapi yang geger malah DBD nya,” kata Fasilitator Pusat Study Gender UIN Semarang Dra Hj Daharotul Faridah MAg saat mengisi kegiatan penguatan Kelompok Kerja Tetap (Pokjatap) dan Satgas Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB) di Gedung Wanita, Jalan Ahmad Yani Brebes, Selasa (26/5/2015).

Salah satu tingginya Angka Kematian Bayi dan Ibu melahirkan, antara lain masih rendahnya perhatian masyarakat terhadap kematian ibu dan bayi. Faktornya lainya, masih lemahnya budaya, kemiskinan, pendidikan, sarana dan prasarana kesehatan dan berbagai unsure lainnya.

“Perempuan masih belum mendapat kepercayaan untuk mengambil keputusan dalam menentukan proses melahirkan, selalu menunggu dan menunggu keputusan suami atau orang yang lebih tua,” terangnya.

AKI di Brebes teringgi di Jateng 

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, tahun 2014 menunjukan bahwa kematian ibu masih tinggi di Jawa Tengah. Yaitu 711 kasus per 100 ribu kelahiran. Antara lain di Brebes 73 kasus, Kab Tegal 47 kasus, Pemalang 40 kasus dan Pekalongan 39 kasus.

“Brebes masih menjadi peringkat pertama untuk kematian ibu melahirkan,” kata Farida.

Farida menyarankan agar ada penguatan kelembagaan yang kompeten untuk menangani AKI dan AKB yang melanda Brebes secara sinerji. Kalau tidak ada satu kesatuan gerak langkah maka sulit sekali untuk mencegahnya.

Kepala bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kualitas Hidup Perempuan (PPKHP) Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan perempuan (BKBPP) Kabupaten Brebes Dra Hj Farikha menjelaskan, berbagai langkah telah dilakukan bidangnya untuk menurunkan AKI dan AKB.

“Antaranya mengadvokasi upaya percepatan penurunan AKI dan AKB melalui Gerakan Ibu Sayang Bayi atau GISB,” jelas Farikha.

Kapasitas GSIB dan Pokjatap juga ditingkatkan dan berupaya menggerakan seluruh SKPD terkait dan stake holder untuk percepatan penurunan AKI dan AKB.

Kegiatan yang digelar oleh Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Tengah tersebut diikuti 25 peserta. Mereka terdiri dari unsure SKPD, LSM, organisasi profesi, organisasi perempuan dan PMI.

“Kegiatan berupa penyampaian materi, diskusi dan rencana tindak lanjut,” tambah Farikha. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi, Sosial