BrebesNews.Co 11 May 2015 Read More →

Jalawastu Usung Tradisi Ngasa di TMII Jakarta

tari perang centong

Peragaan perang centhong di pagelaran tradisi Jalawastu dukuh Ciseureh Desa Cikesal ketanggungan di TMII (Taman Mini Indonesia Indah) Jakarta

BREBESNEWS.CO (Jakarta) -Kampung Jalawastu Desa Ciseureuh Kecamatan Ketanggungan Brebes dengan tradisi ngasa yang biasa ditgelar setiap Selasa Kliwon kini telah go nasional. Terbukti keteguhan warga Jalawastu yang mempertahankan dan melestarikan adat budaya yang telah diwariskan leluhurnya ratusan tahun ditampilkan dalam pagelaran budaya di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (10/5/15).

Dengan kemasan pagelaran, tradisi ngasa ditampilkan sangat memukau dihadapan ribuan warga Brebes, Tegal dan sekitarnya yang merantau di berbagai daerah Jabodetabek. Mereka antara lain Komunitas Perantau (Koper) Bregas, Komunitas Brebes Aja Klalen, Ndobres, dan lain-lain.

Termasuk Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Wakil Bupati Brebes Narjo SH, kepala UPTD Pendidikan, Camat dan paguyuban kepala Desa dan pengunjung lainnya tumplek blek di TMII.

Perang Jalawastu

Pagelaran Jalawastu diawali dengan peperangan antara Gandawangi dan Gandasari yang menggambarkan keangkaramurkaan dan kebaikan yang terkenal dengan perang centong di kampung Jalawastu.

Sebelum peperangan terjadi, sebelumnya masyarakat dengan semangat dan sumringah bersyukur pada Yang Maha Agung atas limpahan hasil bumi seperti jagung, bawang merah. Aktivitas warga Jalawastu sebagai petani digambarkan lewat tari Nenandur. Anak-anak mereka juga bersuka cita, dengann lincah ceria beterbangan lepas tanpa beban yang tergambarkan dalam tari Manuk Dadali.

Tak lupa, para ibu menumbuk padi dilesungyang digambarkan lewat tari dendong. Pada saat itu, Bupati juga ikut menumbuk dendong dengan iringan lagu koprak.

Hoegelo (tari rotan gila) dimainkan oleh 5 kegembiraan pemuda setelah panen serta mengasa kekuatan setelah makan hasil bumi.

”Prosesi ngasa, pada hakekatnya sanjungan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dah hidayah-Nya serta memohon pengampunan-Nya agar terhindar dari marabahaya,” terang Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kab Brebes H Amin Budhi Raharjo MPi di sela pagelaran.

Bupati Brebes dalam kata sambutannya mengatakan, masyarakat Brebes yang terdiri dari daerah dataran rendah, datar dan tinggi menyimpan berbagai macam budaya yang adi luhung. Untuk itu, dirinya sangat mengapresiasi adanya penggalian kebudayaan tersebut untuk dilestarikan sehingga memiliki nilai-nilai kearifan local.

“Contoh kecil keberadaaan Jalawastu dengan budaya ngasa, memiliki nilai tersendiri sehingga layak menjadi desa wisata berbasis budaya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diisi dengan pameran produk unggulan Kabupaten Brebes. Selain produk batik Salem, telor asin, olahan ikan, juga produk asli masyarakat Jalawastu Ciseureuh. Antara lain wajik peuyeum, kripik pisang, sangku atau capon, manisan pepeaya, wajik jagung, kripik kelapa, kripik salak dan emping jagung.

Kepala Kantor Perwakilan Jateng di Jakarta Koesdarminto menjelaskan, Kabupaten Brebes dengan daya kreatifnya selalu menampilkan seni budaya di anjungan Jateng. Keberadaan anjungan Jateng menjadi ladang tumbuhnya kreatifitas tersebut sehingga bisa go Nasional bahkan go Internasional. Karena kegiatan ini kerap disaksikan para turis asing. (ILMIE).

Posted in: Serba Serbi