BrebesNews.Co 20 May 2015 Read More →

Mahasiswa Bumiayu Demo Tuntut Bupati Tak Asal-asalan Tempatkan Camat

Bupati Brebes Idza Priyanti saat menemui para pendemo

Bupati Brebes Idza Priyanti saat menemui para pendemo

BREBESNEWS.CO – Sejumlah Mahasiswa dari Universitas Peradaban Bumiayu kembali menggelar aksi ujuk rasa dalam rangka gerakan Hari Kebangkitan Nasional ke 107 tahun, Rabu (20/05/2015) di ruas jalan Protokol Bumiayu tepatnya di pertigaan pasar hewan Bumiayu.

Aksi yang digelar sejak pukul 08.00 wib itu, para pengunjuk rasa membentangkan spanduk bertuliskan “Save Pemekaran” lalu ” Save Camat” dan “Save Bumiayu”.

Sementara dalam orasinya mereka menyampaikan aspirasi terkait permasalahan – permasalahan yang ada di kabupaten Brebes khususnya diwilayah Selatan.

Menurut Aditya Gagah Wicaksono selaku koordinator aksi, bahwa perda no. 01 tahun 2014 harus segera ditegakkan karena jika tidak masalah kemacetan lalu lintas yang ada di Bumiayu semakin berlarut.

Selain hal tersebut gagah juga mengatakan bahwa masalah pemekaran harus segera ditangani lebih serius.  Idealnya orang-orang yang berjuang di pemekaran harus meninggalkan kepentingan pribadi dan kajian ilmiah atau akademis dilaksanakan secara transparan agar masayarakat Brebes tahu kalau memang layak dan tidak layak serta penyebabnya.

“Kami juga minta agar Bumiayu ditempatkan camat yang tepat, jangan asal camat-camatan seperti sekarang,” ucap gagah dalam orasinya.

M. Sholahudin AL Abduh yang juga Presiden BEM Universitas Peradaban Bumiayu Fakultas Ekonomi menyampaikan bahwa pemkab Brebes harus segera menindakanjuti aspirasi mahasiswa dan jangan pernah meremehkan kampus universitas peradaban.

“Aksi ini akan kami follow up dan akan kita pantau bersama dengan masyarakat selama 2 bulan kedepan apakah nanti masih tidak teratur atau tidak,” katanya.

Aksi para mahasiswa itu memaksa rombongan bupati Idza Priyanti yang akan melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kusumatama II Bumiayu berhenti dan menanggapi ujuk rasa mahasiswa tersebut.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyatakan, sejauh ini Pemkab telah menindaklanjuti usulan pemekaran sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan. Persoalan kajian ilmiah, kami telah melakukan MoU dengan Universitas Diponegoro dan dalam waktu dekat kajian ilmiah akan dilaksanakan.

“Selanjutnya hasil kajian ilmiah itu akan dikirim ke Kementerian Dalam Negeri dan kita tunggu saja hasilnya seperti apa. Kemudian terkait kemacetan Bumiayu, ini merupakan persoalan yang perlu campur tangan kita semua baik petugas dinas terkait dan juga masyarakat Bumiayu itu sendiri,” pungkas Bupati. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi