BrebesNews.Co 5 May 2015 Read More →

Penanaman Nilai-Nilai Islam dalam Pelayanan Kesehatan

sdd

Oleh : Lukmanul Hakim

(Karyawan Adm Laboratorium PKU Muhammadiyah Ibnu Shina Banjarharjo)

Islam merupakan agama yang sangat sempurna, sehingga berbagai macam bimbingan kehidupan bisa kita dapatkan untuk menjadi manusia yang berkualitas. Tentu dari berbagai bidang aktifitas yang kita lakukan manakala berpegang pada ajaran islam, maka akan beruntung dan selamat.

Begitu juga seorang Pelayan Kesehatan yang mana akan menjadi ladang pahala ketika menerapkan nilai-nilai islam di dalam pelayanannya.

Rasulullah bersabda : sebaik-baik manusia adalah yang lebih banyak manfaatnya buat orang lain. Dalam hadits tersebut kalau dikaitkan dngan tugas pelayan kesehatan baik itu dokter,perawat, maupun bidan, tentu mereka sudah mndapatkan nilai plus sebagai manusia yang bermanfaat.

Terkadang kemanfaatan diri seorang pelayan kesehatan menjadi berkurang tatkala tidak memiliki manajemen dalam mengelola pelayanannya. Berbagai macam metode dan manajemen pelayanan bisa kita dapatkan sumbernya untuk dipelajari dan diterapkan. Namun dalam hal ini kita akan mengupas bagaimana manajemen penanaman nilai-nilai islam kaitannya dengan pelayanan kesehatan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi seorang pelayan kesehatan, antara lain :

1.Sambutan yang hangat disertai senyuman saat menemui pasien

Ktika sesorang memeriksakan penyakitnya tentu dia dalam keadaan “runtag” ( was-was) dan penasaran atas penyakit yang dideritanya. Dalam hal ini tugas seorang pelayan kesehatan untuk memberi kesan pertama yang menenangkan pasien.

Jawab ucapan salam pasien yang masuk ke ruangan dokter/perawat/bidan dengan jawaban yang baik. Lalu sambut pasien dengan senyuman karena dengan senyum membuat hatinya itu menjadi tenang. RAsulullah..sesungguhnya dlam senyum itu ada sedekah

2.Beri Motivasi pasien untuk selalu ikhtiar dalam menghadapi penyakitnya

Kadangkala ada pasien yang sudah hampir putus asa dalam menghadapi pnyakitnya dan merasa sudah tidak mungkin sembuh. Maka sebagai pelayan kesehatan harus memberikan motivasinya. Sampaikan firman Allah Q.S. Ar Ra’du ayat 11

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ:

(Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri)

kalau bisa hafalkan ayat dan maknanya untuk selalu disampaikan. Tidak harus tugas seorang da’i untuk menyitir ayat2 Al Qur’an, namun petugas kesehatan juga sangat bagus untuk memberikan motivasi dan bimbingan.

3.Ingatkan pasien untuk perbanyak ibadah dan bertaubat

Kullu banii Adam Khatta’un….setiap manusia pasti ada kesalahan,
wa khairu khattainna attawwabuun…dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.

Kita menyadri bahwa setiap diri ini tidak luput dari dosa. Sampaikan kepada pasien bahwa penyakit itu ujian, maka jadikan sakit sebagai instropeksi diri untuk memperbaiki ibadahnya,muamalahnya dan yang lainnya. Jaga sehat sebelum datang masa sakitmu !

4.Sampaikan kepada pasien agar sebelum minum obat mngucapkan bismillah

Mungkin ada yang branggapan hal ini maslah kecil, sehingga tidak perlu dijelaskan kepada pasien. Padahal sejatinya dari hal yang kecil barangkali bisa mnjadi besar dan bermanfaat. Ingatkan pasien saat menulis resep atau memberikan obat agar seblum meminumnya baca bismillahirrohmanirrohiim dan selesai meminumnya mengucapkan alhamdulillahirobbil alamiin. Rasulullah bersabda :

“Setiap pekerjaan yang mempunyai kebaikan namun tidak dimulai padanya meyebut nama bismillah. Maka pekerjaan itu akan pincang” .(HR IbnuHibban).

Hadist itu memperjelas betapa pentingnya basmallah untuk memulai suatu pekerjaan sehari-hari yang bersifat positif. Selain penting Basmallah dapat memberikan manfaat bagi diri kita sendiri.

Demikian beberapa hal yang bisa menjadi panduan petugas kesehatan agar selalu menanamkan dan menerapkan nilai-nilai islam ketika memberikan pelayanannya. Semoga bermanfaat. (*)

Posted in: Opini