BrebesNews.Co 8 May 2015 Read More →

Warga Geram, Pematokan Lahan Relokasi Ciregol yang Tanpa Sosialisasi

Warga yang tengah melihat patok yang belum lama terpasang  sebagai As jalan baru pengganti jalur Ciregol

Warga yang tengah melihat patok yang belum lama terpasang sebagai As jalan baru pengganti jalur Ciregol

BREBESNEWS.CO – Sejumlah warga Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong membantah jika mereka telah siap melepas lahannya untuk kepentingan relokasi jalan Ciregol seperti keterangan Kepala desa Kutamendala kepada media cetak edisi kamis (07/05/15) lalu.

Mereka yang memiliki lahan yang telah dipatok, merasa kaget lantaran selama ini tidak ada upaya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak manapun dalam upaya pembebasan lahan guna kepentingan relokasi jalan Ciregol.

“Bagaimana tidak kaget, melihat sawah saya yang baru ditanami 12 hari sudah dinjak-injak orang dan juga telah dipatok dengan bambu. Saya tidak tahu siapa yang melakukan ini, jika dia itu orang terdidik tentunnya ada kata kulonuwun atau tata kramanya, bukan asal maen patok saja,” kata H Supadi (64) yang sawahnya terkena areal pembebasan lahan relokasi Ciregol, jumat (08/05/2015).

Karena geram, dirinya bersama warga yang lain sempat mencabut patok yang terbuat dari bambu itu, namun seminggu kemudian sudah terpasang lagi patok baru berbahan beton pada titik yang sebelumnya dicabut.

“Jangan mentang-mentang Tim 9 bisa berbuat seenaknya saja, kami juga punya hak yang sama sebagai warga negara. Toh. selama ini kami juga selalu bayar pajak ke pemerintah dan tentunya pemerintah dalam bertindakpun jangan sembrono seperti ini dong,” ujarnya geram.

Hal senada juga diungkapkan Rismanto yang sebagian rumahnya terkena pembebasan lahan, dia berharap pembebasan lahan bukan hanya yang terkena saja tetapi seutuhnya.

Karena tidak mungkin keluarganya tinggal diantara himpitan dua jalan Nasional, apalagi lokasinya tepat dicalon tikungan jalan yang akan dibangun dan tentunya itu merupakan kawasan rawan kecelakaan.

“Kami memohon kebijaksanaannya kepada Tim 9 ataupun pihak yang akan melakukan ganti rugi lahan dan bangunan,” harapnya.

Seperti diketahui, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat bersama Komisi V DPR RI sepakat merelokasi jalan Ciregol sebagai solusi permanen untuk mengatasi persoalan jalan yang bolak-balik ambles dan longsor tersebut.

Jalan nasional tersebut akan direlokasi ke sisi utara rel KA Purwokerto-Cirebon. Relokasi jalan nasional tersebut akan menelan dana Rp 155 miliar dengan rincian Rp 65 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp 90 miliar untuk konstruksi jalan.

Kemudian sesuai desain pengalihan jalan nasional dari Bina Marga, jalan baru akan melewati empat desa yaitu Kutamendala, Karangjongkeng, Purwodadi dan Tonjong.

Rute tersebut memiliki panjang 4,1 kilometer dan lebar 7,5 meter. Dari luas tanah 92.801,2 meter persegi yang dibutuhkan, sebagian besar merupakan tanah sawah dan kebun. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi