BrebesNews.Co 11 May 2015 Read More →

Warga Perantauan Brebes di Jakarta juga Tanyakan Jalan Rusak ke Bupati

koper brebes3

Warga perantauan Brebes di Jakarta saat menyampaikan uneg-uneg ke Bupati Brebes di forum silaturohmi di TMII jakarta

BREBESNEWS.CO (Jakarta) -Komunitas Perantau Brebes Tegal dan Sekitarnya (Koper Bregas) menanyakan hak pilih mereka saat pemilihan Kepala Daerah. Padahal dirinya juga memiliki andil dalam membangun daerahnya, terutama pada penyaluran devisa baik lokal, nasional maupun internasional.

“Kami yang diperantauan ko ga bisa milih Bupati ya, Bu. Termasuk teman-teman kami yang diluar negeri tidak bisa menggunakan hak pilihnya?” demikian pertanyaan Iwan salah satu anggota Koper Bregas saat silaturahmi dengan Bupati di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (10/5)/15) usai menyaksikan pagelaran tradisi Ngasa Jalawastu Desa Cikeusal Ketanggungan.

Iwan mewakili teman-teman, menanyakan bagaimana agar haknya bisa terpenuhi saat memilih pemimpinnya sendiri. Sehingga tidak merasa berdosa ketika haknya tersalurkan.

Menjawab persoalan warga perantauan tidak punya hak pilkada, sebenarnya memiliki hak yang sama. Hanya saja, perlu pulang kerumah tidak sperti pemilihan presiden. “Sampai sekarang belum ada peraturannya tentang pilkada boleh mencoblos diluar daerah pemilihan atau diluar negeri,” jawab Bupati.

Bupati juga menyarankan agar persoalan tersebut ditanyakan juga kepada Ketua KPU Pusat, agar bisa membuat peraturan mengenai keikutsertaan warga perantauan di luar kota maupun di luar negeri.

“Kebetulan Sekretaris KPU Pusat asli wong Brebes, mari kita tanyakan ke beliau,” ajaknya.

Jalan rusak

Jalan rusak, juga menjadi sorotan warga perantauan tersebut dan juga rencana hal bihalal bagi warga Koper Bregas yang rencananya di adakan di Brebes.

“Kata orang tua saya di kampung, jalan-jalan pada rusak. Apa bener, bu?” tanya Rohman anggota asli Desa Larangan Kecamatan Larangan Brebes.

Dengan rasa bangga, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE yang menemui mereka merasa bangga dan mensuport dengan sepenuh hati kegiatan silaturahmi yang telah dibangun.

“Sifat saling peduli, solidaritas, kegotongroyongan memang harus terus dibangun apalagi yang berada diperantauan,” ucap Bupati.

Terkait kerusakan jalan, di akui oleh Bupati masih banyak jalan di Brebes yang rusak. Makanya dalam enam pilar pembangunan Kabupaten Brebes menempatkan infrastruktur sebagai pilar utama untuk digarap.

Tetapi warga juga hendaknya bisa mengklasifikasi jalan Kabupaten, jalan Provinsi apa jalan Nasional. Pemkab Brebes dalam tahun anggaran 2015 telah menganggarkan sebesar 280 Milyar, sedangkan Provinsi juga menganggarkan 180 Milyar untuk jalan di ruas Brebes.

“Wilayah Brebes sangat luas sekali, terluas kedua di Jawa Tengah, di bawah Cilacap. Namun Cilacap ada lautnya. Sehingga perkara jalan Brebeslah yang nomor satu jadi perlu tahapan-tahapan dalam penggarapannya,” jelas Bupati.

Dia yakin dalam tahun 2016 hingga 2017 jalan di Brebes bakal mulus. Dirinya juga menceritakan kalau setiap saat melakukan pemantauan baik siang maupun malam. “Saya juga ikut menambal jalan yang bolong pada saat melakukan pantauan,” tandasnya. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi