BrebesNews.Co 1 June 2015 Read More →

KS SD 04 Adisana : Riri Tewas Terjerembab ke Pasir Hidup di Muara Sungai Ayah

Teman teman sekolah korban tak mampu menahan tangis ketika melihat jenazah teman baik mereka terbujur kaku

Teman teman sekolah korban tak mampu menahan tangis ketika melihat jenazah teman baik mereka terbujur kaku

BREBESNEWS.CO- Kepala sekolah SD Adisana 04 Bumiayu, Kusmedi SPd membantah bahwa Riri Apriliana (12) meninggal karena terseret ombak di kawasan pantai Ayah kabupaten Kebumen.

“Riri bukan terseret ombak tetapi terjerembab di pasir hidup dan masuk kepusaran yang berujung pada muara sungai Ayah. Bahkan jarak hilangnya Riri dengan bibir pantai Ayah itu sejauh 300an meter, jadi bukan dipinggir pantai,” bantah Kusmedi kepada sejumah awak media, Senin (1/6/2015).

Kusmedi menerangkan bahwa keberadaan muridnya di kawasan pantai ayah itu merupakan rangkaian dari acara perpisahan kelas VI (enam) SD Adisana 04 Bumiayu.

Pihak sekolah sebelum memutuskan untuk pergi ke objek wisata di kabupaten Kebumen, telah menempuh upaya musyawarah terlebih dahulu dengan wali murid dan akhirnya disepakati pergi ke Gua Jatijajar dan ke pantai Ayah.

Lebih lanjut Kusmedi menceritakan, mereka berangkat pada Sabtu (30/5/2015) pagi dan sampai di OW gua Jatijajar sekira pukul 11.00 WIB guna mempersilahkan semua rombongan untuk beristirahat sembari menikmati panorama Gua Jatijajar.

Kemudian selepas dzuhur, mereka kembali melanjutkan perjalan ke pantai ayah. Sesampainya disana sekira pukul 13.00wib, pihak sekolah langsung menggelar acara perpisahan dan makan siang. Setelah itu semua siswa diperbolehkan untuk bermain dan menikmati indahnya kawasan pantai Ayah.

“Saat itu Riri dan Hafni berjalan saling bergandengan sembari melihat pemandangan, tetapi tiba-tiba riri terperosok kedalam pusaran pasir hidup bersama hafni. Beruntung hafni dapat terselamatkan, berkat pertolongan pak jatmiko yang langsung mengejar larinya tubuh hafni. Namun sayang Riri hilang hingga Tim SAR dan TNI Angkatan Laut (AL) mencarinya,” papar Kusmedi.

Menurut Jatmiko yang juga guru di SD Adisana 04 Bumiayu bahwa, saat dirinya mencoba menyelamatkan hafni, kondisi arus air di muara sungai ayah itu memang sangat deras dan memang ada pusaran yang besar di muara tersebut.

“Saya merasakan sendiri bagaimana besarnya arus air muara itu. Kemudian begitu saya mencoba lagi untuk mencari Riri, tim SAR dan TNI AL melarang saya,” ujarnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, bahwa tubuh korban ditemukan dalam keadaan tewas setelah Tim SAR Kebumen melakukan pencarian selama 5 jam 30 menit, hingga pukul 20.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pihak sekolah, jarak penemuan tubuh korban sekitar 50 meter dari tempat hilangnya korban.

Jenazah Riri kemudian dimakamkan di pekarangan rumahnya di dukuh Blere RT 02/02 desa Adisana kecamatan Bumiayu, pada Minggu siang (31/05/15) setelah bapaknya pulang dari Madura.

Pihak sekolah juga berjanji akan memberikan santuanan terhadap keluarga korban sebagai uang duka.(DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi