BrebesNews.Co 7 June 2015 Read More →

Pembentukan Dokter Cilik, Optimalkan Pelayanan Kesehatan Anak

Nihayatul Jazilah (Sitanggal)

Nihayatul Jazilah / Sitanggal

Sehat adalah kebutuhan, perilaku sehat adalah modal utama dalam memelihara kesehatan hingga usia lanjut. Dampak dari ketidakmauan memelihara kesehatan barulah terasa dikemudian hari, tidak mudah mengubah perilaku yang sebelumnya tidak sehat menjadi sebaliknya. Itulah sebabnya penting sekali menerapkan hidup sehat sejak dini.

Kesehatan Anak

Kesehatan anak merupakan hal ikhwal yang perlu diajarkan pada anak untuk keberlangsungan hidup mereka dikemudian hari, banyak cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan perilaku sehat terhadap anaknya sejak dini, yang terpenting adalah pembiasaan dalam melakukan hal tersebut.

Psikiater anak Kresno Mulyadi (dalam situs Omni Hospitals) mengatakan bahwa pengenalan kesehatan bisa dilakukan dalam kegiatan yang sederhana, namun tidak semua orang mampu melakukannya. Misalnya membuang sampah pada tempatnya, cuci tangan sebelum makan, mandi teratur atau sikat gigi sebelum tidur.

Pelayanan Kesehatan Anak

Pelayanan kesehatan anak adalah bentuk upaya pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk melayani dan memfasilitasi kesehatan anak dengan berbagai cakupan usaha, seperti cakupan kunjungan neonatus, cakupan kunjungan bayi, cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani, cakupan pelayanan anak balita, cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat, dan cakupan pelayanan kesehatan siswa SD dan setingkat. (Dinkes Jateng, 2012)

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah pada tahun 2012, dalam Cakupan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat disebutkan bahwa jumlah siswa SD dan setingkat tahun 2012 sebanyak 825.188 anak. Yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai strata UKS sebesar 549.673 (66,6%).

Perlu adanya peningkatan pelayanan kesehatan khususnya pada pelayanan kesehatan siswa SD dan setingkat setiap tahunnya. Sesuai karakteristik seusia mereka yang cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, aktif, suka bermain dan bereksplorasi tentunya dibutuhkan perhatian khusus agar kesehatan mereka lebih terjamin.

Pembentukan Dokter Cilik

Dokter Cilik adalah sebuah program edukasi mengenai pendidikan kesehatan sejak dini sehingga anak-anak belajar menjalani hidup sehat sedini mungkin. Anak-anak yang bisa terlibat dalam dokter cilik ini rata-rata berusia 6-12 tahun. Syarat-syarat menjadi dokter cilik pun mudah yakni hidup bersih, berperilaku sehat dan pernah mendapatkan pelatihan dari petugas Puskesmas atau tim pembina UKS. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh dokter cilik antara lain mengamati kebersihan dan kesehatan pribadi, memeriksa ketajaman penglihatan, memeriksa kesehatan gigi dan mulut serta berbagai kegiatan lain yang dikemas menarik dan menyenangkan.

Dokter cilik ini membantu pemerintah untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan anak, sehingga anak tidak hanya sebagai penerima pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai aspirator kesehatan. Selain itu, program ini sebagai alternatif upaya pemerataan pelayanan kesehatan anak.

Program dokter cilik seharusnya bukan hanya diterapkan di sekolah saja, melainkan juga bisa diterapkan dalam lingkungan masyarakat. Misalnya saja anggota dokter cilik ini diambil dari anggota Forum Anak dibawah naungan Dinas BKBPP (Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan) di tingkat kabupaten, kecamatan atau desa.

Ditulis oleh Nihayatul Jazilah, Mahasiswa UPI Bandung, Fakultas Ilmu Pendidikan, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), aktif dan menjabat sebagai Sekretaris Umum KPMDB Wilayah Bandung 2015-2016.

Posted in: Opini