BrebesNews.Co 9 June 2015 Read More →

Peran Aktif Mahasiswa Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Eko Dardirjo / KPMDB Wilayah Jakarta

Eko Dardirjo / KPMDB Wilayah Jakarta

Fakta ASI baik untuk Bayi

ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif adalah sebuah asupan makanan bagi bayi yang hanya di beri air susu dari ibunya. Volume pemberian ASI Eksklusif oleh Ibu ternyata sangat membuat kita prihatin. Hal ini ditunjukkan dengan hasil riset pada tahun 2010 yang dilaksanakan oleh Tim Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), fakta pemberian ASI di Indonesia saat ini bahwa persentase bayi yang menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3 % (www.depkes.go.id).

Penyebab dari angka persentase ini adalah rendahnya kesadaran masyarakat terutama dalam hal ini Ibu tentang pentingnya serta manfaat pemberian ASI Eksklusif bagi bayi itu sendiri. Padahal, dalam kandungan ASI Eksklusif ini dan juga kandungan ASI pada umumnya banyak terdapat karotenoid dan selenium, sehingga ASI ini akan berperan benyak dalam sistem pertahanan tubuh bayi untuk mencegah berbagai penyakit. Karena dalam manfat menyusui ASI terutama dalam tiap tetes ASI ini juga mengandung mineral dan enzim yang bermanfaat dalam rangka pencegahan penyakit dan antibodi yang jauh lebih efektif dibandingkan dengan kandungan yang terdapat dalam susu formula.

Menurut Azrul Anwar (2004), ASI eksklusif sangat penting untuk peningkatan Sumber Daya Manusia kita di masa yang akan datang, terutama dari segi kecukupan gizi sejak dini dengan pemberian ASI selama enam bulan pertama akan menjamin tercapainya pengembangan potensial kecerdasan anak secara optimal. Hal ini karena selain sebagai nutrien yang ideal dengan komposisi yang tepat serta disesuaikan dengan kebutuhan bayi.

 

Cakupan Air Susu Ibu Di brebes

Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes di tahun 2013, Cakupan ASI Ekslusif di Kabupaten Brebes masih pada posisi 39 % sehingga masih jauh dari prosentase nasional, sedangkan data menunjukan bahwa prosentase selalu di bawah angka nasional yakni sbb;

  • Tahun 2007 (48%)
  • Tahun 2008 (64%)
  • Tahun 2009 (45%)
  • Tahun 2010 (36%)
  • Tahun 2011 (34%)
  • Tahun 2012 (51%)

Dari data yang ada, sudah barang tentu Pemerintah Brebes harus mempunyai gebrakan untuk berupaya meningkatkan Cakupan ASI Ekslusif , walaupun sudah di bentuk lembaga yang menangani pada bidang kesehatan khususnya ASI seperti adanya KPIBU, KPASI, Dll.

 

Cakupan ASI di Tiap Puskesmas

Cakupan ASI Ekslusif 0-6 bulan di 4 Puskesmas di Kabupaten Brebes menurut data Kesehatan Kabupaten Brebes sampai dengan September 2014 masih dibawah target yang di anjurkan oleh WHO yaitu mencapai 50%. Puskesmas tersebut antaranya di Puskesmas Sidamulya (33,26%), Puskesmas Jatirokeh (45,24%), Puskesmas Brebes (47,05%), dan Puskesmas Wanasari (49,16%).

Angka ini menandakan hanya sedikit anak di wilayah Puskesmas tersebut yang memperoleh kecukupan nutrisi dari ASI. Padahal ASI berperan penting dalam proses tumbuh kembang fisik, daya tubuh anak menjadi sehat, IQ anak semakin pintar dan mental anak dengan dampak jangka panjangnya.

 

Mahasiswa di Garda Depan

Mahasiswa dapat dikatakan sebuah komunitas unik yang berada di masyarakat, dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, mahasiswa mampu berperan di masyarakat berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya ataupun daerahnya. Mahasiswa memang memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat.

 

Peran Mahasiswa

Mahasiswa dapat menjadi Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan . Dengan begitu mahasiswa di harapkan mempunyai peran penting dalam membangun kesadaran di masyarakat tentang Cakupan ASI Ekslusif, mengingat untuk di kabupaten brebes sendiri untuk cakupan ASI masih jauh di bawah standar Nasional yakni masih 39% dengan segala kemampuan dan keterampilanya komunikasi-nya. Dengan stok mahasiswa di kabupaten brebes begitu banyak akan lebih efektif pemerintah mulai merangkul setiap mahasiswa untuk menyuarakan ASI terhadap ibu hamil dan ibu menyusui  dan melarang keras untuk  anak diberi asupan susu formula di tempat tinggalnya masing-masing. Namun sebelum mahasiswa menjalankan perannya alangkah baiknya mereka  di ajarkan pelatihan atau pembekalan tentang ASI agar ketika akan bergerak melakukan sosialisasi dengan cara pendekatan terhadap ibu hamil dan ibu menyusui bisa secara tepat dan jelas ilmu tentang ASI . Dengan metode 1 Mahasiswa 1 Bumil & Ibu Menyusui tentunya akan mempermudah dalam mengawasi dan melakukan sosialisasi edukasi tentang asupan ASI. Dengan begitu cakupan ASI di brebes di targetkan dapat terdongkrak.  Adapun peran mahasiswa yang harus dilakukan yakni pengawasan terhadap ibu hamil dan ibu menyusui sebagai berikut;

  1. Ibu Hamil
    Peran  mahasiswa terhadap ibu hamil adalah mahasiswa di harapkan melalukan sosialisasi komunikasi dan edukasi pada ibu hamil seperti pengawasan kehamilan, pemberitahuan jadwal pemeriksaan,  harus meminum vitamin, harus di timbang, dan memberikan informasi yang cukup tentang kehamilan yang sehat dan tidak beresiko kematian.
  2. Ibu Menyusui
    Kegiatan mahasiswa saat melakukan pemantauan terhadap ibu menyusui  yakni mahasiswa melakukan pemantauan dengan mengontrol dan kunjungan resmi ke ibu menyusui atau bisa dilakukan via sms dan telepon seluler  serta melakukan pencatatan serta pelaporan ke tenaga medis seperti bidan desa atau ke puskesmas terdekat bila terjadi kasus khusus ibu menyusui.

Artikel ditulis oleh Eko Dardirjo, Aktivis KPMDB Wilayah Jakarta

Posted in: Kampus, Opini