BrebesNews.Co 24 June 2015 Read More →

Sejak tahun 2008, MTs N Model Brebes buka Pesantren Madrasah

Santri MTs

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Model Brebes menerapkan metode Pesantren Madrasah (Boarding School) sejak 7 tahun silam. Dibukannya pesantren madrasah untuk menepis verbalisme terhadap pelajaran yang selama ini diajarkan di dalam kelas. Penekanan-nya pada praktek pelajaran secara langsung dan anak dapat dipantau oleh guru atau ustadz yang menanganinya.

“Materi pelajaran yang bersentuhann langsung dengan kehidupan sehari-hari menjadi menu utama di Pesantren MTs ini,” ujar Kepala MTs N Model Brebes Drs H Muh Muntoyo MPdI ketika ditemui humas diruang kerjanya, Senin (22/6/15).

Menurutnya, pesantren ini sudah berdiri sejak 2008 yang pada awalnya untuk menggladi peserta didik yang memiliki keunggulan tertentu di kelas full day. Namun pada perkembangan selanjutnya, ternyata banyak orang tua yang berminat untuk menitipkan anaknya hingga ke pesantren madrasah. “Sekarang, siapapun boleh nyantri di sini terutama bagi anak-anak yang domisilinya jauh dari sekolah,” tegasnya.

Pengasuh Pesantren MTs N Model Brebes Moh Mahrus, SAg menjelaskan, tahun pelajaran 2015/2016 ada 146 santri. Mereka siswa MTs N Model  Brebes yang berminat nyantri dari berbagai daerah seperti Brebes, Tegal, Slawi, Batang, Cirebon dan lain-lain. “Anak-anak ditempatkan di 27 kamar asrama,” tuturnya.

Dalam kesehariannya, pesantren membuka jadwal kegiatan untuk Madrasah Diniyah setiap hari Senin sampai Kamis bada Ashar hingga pukul 17.00 WIB. TIK atau Komputer setiap hari Sabtu bada Ashar sampai pukul 17.00 WIB. Kuliah Dhuha setiap hari Minggu pukul 09.00-selesai.

Untuk conversation Bahasa Inggris dan Muhadasah Bahasa Arab setiap Minggu bada Ashar hingga pukul 17.00 WIB.

Dalam kegiatan Madrasah Diniyah, lanjut Mahrus, santri diberikan meteri kitab-kitab Salafiyah dasar. Antara lain kitab aqidatul awwam tentang Aqidah, Akhlaq lil Sanin (akhlak), Tuhfatul Athfal (tajwid), Nahwul Wadil (Nahwu, grammar Bahasa Arab), dan Qowa’idul Tasrifiyah (Shorof).

Mulai tahun ini, sambungnya, bakal diisi pula dengan kegiatan Tahfidzul Quran. Madrasah mengundang secara khusus ustadz Miftahudin Al Hafidz sebagai pembinanya. “Saat ini, kami telah memiliki 2 santri tahfidz yakni Moh Harvi dari Bumiayu hafal 7 juz dan Salwa dari Batang hafal 3 juz,” ungkapnya.

“Kegiatan pesantren Madrasah, lanjutnya, untuk hari Jumat libur karena dikhususkan untuk sholat jumat dan latihan ekstrakurikuler Pramuka. “MTs mewajibkan siswanya untuk ikut pramuka sebagai pembentukan karakter bangsa,” ujar Mahrus.

Sementara Humas MTs N Model Brebes Drs Abdul Sukur menambahkan, MTs N Model juga akan menggelar pesantren kilat (sanlat) bagi siswa dari 6-11 Juli mendatang. Sebanyak 1.409 siswa dari kelas 7, 8 dan 9 bakal mengikuti Sanlat dari jam 08.00 sampai selesai.

Mereka bakal mendapatkan materi pesanteren yakni Tadarus Qur’an dengan tajwidnya, praktek wudlu, praktek bacaan dan gerakan dalam sholat fadlu dan sunah, praktek mengkafani dan sholat jenazah, tahlil dan doa-doa dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber : Humas Brebes

Posted in: Pendidikan