BrebesNews.Co 9 June 2015 Read More →

Wacana Penutupan Lokalisasi Ciregol Akhirnya Direspon

Pujianto, SE, MM / Kepala Dinas Dinsosnakertrans Brebes

Pujianto, SE, MM / Kabid Rehabilitasi Dinsos Kab. Brebes

BREBESNEWS.CO – Wacana penutupan Lokalisasi Ciregol di kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah yang digembar-gemborkan oleh warga masyarakat Tonjong akhirnya direspon oleh Dinas terkait beserta beberapa pemilik tempat lokalisasi di wilayah tersebut (Senin, 8 Juni 2015) dalam acara Sosialisasi Penutupan Lokalisasi Ciregol, di RM Mustika Indah.

Acara yang dimotori oleh Ormas NU dan MUHAMMADIYAH serta beberapa tokoh masyarakat warga Tonjong yang dihadiri oleh Muspika setempat, perwakilan dari Kapolres Brebes, Danramil, Dinsosnakertrans, Polisi Pamong Praja serta beberapa Warga Tonjong yang tinggal di kawasan Ciregol. Hadir pula Kades Kutamendala, Johar dan Kades Tonjong, Maksudi.

Dalam sambutannya, Sumarno,S.Pd, M.Si, menyampaikan bahwa masyarakat Tonjong ingin sekali kegiatan prostitusi di kawasan Ciregol ditutup segera, tanpa ada alasan apapun dan apabila Pemerintah Kabupaten tidak merespon, maka warga Tonjong akan bertindak.

Senada hal yang sama juga disampaikan oleh beberapa pemilik tempat lokalisai Ciregol. ’’Silahkan saja tempat lokalisasi Ciregol ditutup, asal harus tegas dan adil. Saya sangat setuju tempat prostitusi di kawasan Ciregol ditutup, asalkan ditutup semuanya dan untuk selamanya” ujar salah satu pemilik tempat lokalisasi di Ciregol dalam acara audiensi tersebut.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) melalui Kasi Trantib H.Abdul Ghofir,SH mengatakan, di Kabupaten Brebes ada 4 (empat) tempat lokalisasi diantaranya di kecamatan Losari, Bulakamba, Jatibarang dan Kecamatan Tonjong yaitu di kawasan Ciregol. Masih lanjut Abdul Ghofir, Polisi Pamong Praja (Pol PP) akan menutup lokalisasi yang tersebar dibeberapa wilayah, salah satunya di kawasan Ciregol. “Tiga hari kedepan setelah acara ini, setelah ditandatangani kesepakatan antara pemilik tempat lokalisasi, maka kami akan menutup tempat lokalisasi dikawasan Ciregol” katanya.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Pujianto, SE, MM menjelaskan bahwa tidak ada dana kompensasi untuk para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang nantinya sudah tidak bisa lagi bekerja di kawasan lokalisasi Ciregol yang akan segera ditutup. ‘’Kami akan merehabilitasi mereka (para PSK eks lokalisasi Ciregol), mereka akan dibina diberi pelatihan sesuai dengan ketrampilannya masing-masing” terangnya.

Pujianto juga menjelaskan, mereka para PSK yang telah selasai dibina akan disalurkan untuk bekerja sesuai keahlianya, dan apabila mereka ada yang ingin berwirausaha mandiri akan diberikan bantuan peralatan sepenuhnya, sesuai dengan kebutuhannya. Adapun mengenai para Mucikari atau pemilik tempat prostitusi itu adalah tugas SKPD yang lain bukan dari Dinas Sosial.

Berita Kiriman Sdr. Priyanto Rodjak / Tonjong

Posted in: Sosial