BrebesNews.Co 31 July 2015 Read More →

Selamatkan Mangrove, Dadi Fakur Wakili Jateng Ikuti Lomba Penyuluh Teladan Nasional

PKL 1

Dadi Fakur saat menyampaikan penyuluhan di depan para penilai lomba ‘Wana Lestari’ ketegori PNS tingkat nasional

BREBESNEWS.CO -Konsistensi Dadi Fakur SP untuk menyelamatkan hutan Mangrove di pesisir Desa Grinting Kecamatan Bulakamba ternyata berbuah tidak sia-sia. Karena dengan tangan trampil dan ringan langkahnya membawa dia berhasil mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk ikuti lomba ‘Wana Lestari’ tahun 2015 kategori penyuluh kehutanan PNS.

Tim Penilai dari Jakarta, melakukan penilaian terhadap Dadi baik secara administrative, presentasi maupun tinjauan lapangan. Tim penilai diterima Asisten III Drs Kustoro MM, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dinhutbun) Kabupaten Brebes di ruang rapat Dinhutbun, Kamis (30/7/2015).

Kustoro menuturkan pengabdian Dadi bisa kita pahami bersama sebagai upaya kreatif pada kearifan local yang mendapatkan pengakuan nasional.

“Bila menjadi juara 1, tentu akan menjadi contoh yang baik bagi penyuluh-penyuluh lain se Indonesia dengan model dan kreatif sesuai daerahnya masing-masing,” katanya.

Kustoro berharap, tim penilai tidak segan-segan memberikan nilai yang bagus padanya.

Kiprah Dadi sebagai penyuluh Mangrove

Tangan trampil Dadi, antara lain melakukan kegiatan pembangunan kehutanan yakni mendampingi 14 Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan INTI, meliputi 9 KTH dengan jumlah anggota 270 KK, 1 KWT dengan jumlah anggota 15 orang, 2 KUP Jamur merang dengan anggota 25 orang, 1 Rintisan penangkaran burung Murai dan Parkit dengan anggota 6 orang.
Dadi juga mendampingi KTH binaan DAMPAK meliputi 3 KTH yakni KTH Mangrove sari Desa Kaliwlingi, KTH Wana Lestari Desa Sawojajar, dan KTH Mina Makmur Desa Karangdempel dengan jumlah anggota 85 KK.

Selain itu, pendampingan kepada Mashadi di Desa Pagejugan Kecamatan Brebes sebagai Koordinator IPPHI sehingga yang bersangkutan meraih Kalpataru 2015 kategori Pengabdi Lingkungan.

Pendampingan kepada Sekolah Dasar Negeri 02 Grinting untuk memanfaatkan kawasan hutan mangrove sebagai media pendidikan lingkungan dan melakukan kegiatan Kecil menanam Dewasa Memanen (KMDM).

Tidak kalah penting, Dadi memprakarsai terbitnya Peraturan Desa (PERDES) yang berkaitan dengan pembangunan kehutanan, sebanyak 4 PERDES.

“Ada 2 Perdes di Desa Grinting, 1 Perdes di Desa Kaliwlingi dan 1 Perdes di Desa Sawojajar yang sudah diterbitkan dan disahkan,” tutur Pria Kelahiran Brebes, 3 Juli 1963.

Prakarsa lain yang telah dilakukan yakni kesepakatan kerjasama antara KTH Dewi Sri Ds.Grinting dengan PT.Alma Cipta Sejahtera Jakarta dalam Pengelolaan Kebun Benih Bakau, Nomor: KT.168/V/BPTH.JM-2/Sert.SB/2005 dan KT.168/V/BPTH.JM-2/Sert.SB/2005. Kerjasama antara KTH Dewi Sri Ds.Grinting dengan PT.Alma Cipta Sejahtera Jakarta dalam Pembuatan Bibit Bakau Bersertifikat. Dan kerjasama antara SPKP Desa Grinting dengan Kelompok Nelayan Tangkap “Srikan Jaya” dalam Pemanfaatan Kawasan Mangrove sebagai Areal penangkapan ikan.

Dia juga gigih membangun sumber bibit dan sumber benih dengan adanya Tegakan Benih Bakau Teridentifikasi (TBT) sebanyak 2 unit. Membuat Desa Model pengelolaan penyuluhan kehutanan yaitu Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) di Desa Grinting Kec. Bulakamba Kab. Brebes sebagai embrio Pos Penyuluhan Pedesaan.

Dalam segi sosial, Dadi mengubah cara pandang (image issue) kepada masyarakat bahwa upaya pelestarian Hutan Mangrove, penebangan tidak boleh dilakukan karena Tanaman Mangrove yang telah terwujud diarahkan untuk pelestarian ekosistem dan alternatif penyediaan cadangan pangan bukan sebagai faktor produksi komersial.

Kebijakan pelestarian hutan mangrove ini mampu menimbulkan usaha baru bagi masyarakat pesisir. Antara lain pembesaran kepiting bakau, perburuan kepiting tangkapan, peternakan kambing, menjamin kelestarian hasil tangkapan bagi nelayan kecil, suaka marga satwa, dan perburuan kroto.

Pada kondisi tertentu, pada areal Hutan Bakau Rakyat ada kalanya diambil produksi berupa kayu yang merupakan bagian dari kegiatan pemeliharaan (penjarangan, dan perencekan) dan dilakukan secara terbatas.

Dadi mengawali kariernya sebagai Petugas Lapangan Penghijaun sejak 1 Juni 1984, sepuluh tahun kemudian diangkat sebagai CPNS 1 Juni 1994 dan Pe-negerian pada 25 Mei 1995 dengan golongan II/a. Dengan sistem kredit semester Angka Kredit, dia sekarang menduduki pangkat Penata, III/c per 1 April 2014 dengan angka kredit mencapai 361,577 dengan jabatan Penyuluh Kehutanan Muda.

Dalam kiprahnya, Dadi menjadikan terbangunnya Hutan Mangrove seluas 542 ha. dengan taksiran 3.138.000 batang meliputi : Kawasan Lindung setempat 175 ha. taksiran pohon 1.750.000 batang, Sabuk Hijau Pantai (Green Belt) 80 ha. taksiran pohon 500.000 batang, Hutan Bakau Rakyat 125 ha. taksiran pohon 625.000 batang, dan Wanamina (Silvofishery) 182 ha. taksiran pohon 263.000 batang. Tanaman didominasi dari jenis Bakau (mucronata), Api-api (apiculata), dan Pidada (Soneratia). (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi