BrebesNews.Co 28 August 2015 Read More →

18 Desa dan Kelurahan di Brebes dapat Penanganan Permukiman Kumuh

bambang

Bambang Rudihartono, Kordinator Program Peningkatan Kualitas Pemukiman

BREBESNEWS.CO -Brebes yang bersih, hijau, indah, aman, dan sehat (berhias) tentu menjadi idaman semua orang, sehingga tidak hanya slogan belaka. Untuk mewujudkannya perlu ada kebersamaan semua pihak. Salah satu ikhtiarnya dengan mensukseskan Program Peningkatan Kualitas Pemukiman (P2KP) dengan target utama Brebes bebas kumuh.

Hal tersebut disampaikan Kordinator Kota (Korkot) P2KP Kabupaten Brebes Bambang Rudihartono, saat menyampaikan sosialisasi P2KP dan Penyusunan dokumen Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP KP), di Aula Bappeda Brebes, Rabu (27/8/2015).

Bambang menjelaskan, ada 18 desa dan kelurahan yang masuk SK Bupati tentang Penanganan Perumahan dan Permukiman Kumuh. Desa dan Kelurahan tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Brebes, Bumiayu, Kersana dan Ketanggungan. “Pada tahap awal, kami akan melakukan penggalian data yang harus dilakukan sebagai bahan penyusunan dokumen RKP KP,” tuturnya.

Lebih jauh Bambang memaparkan, P2KP merupakan program lanjutan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan. Sebagaimana diketahui PNPM sudah berakhir di bulan April 2015 sehingga diganti P2KP. Fokus P2KP penanganan kawasan kumuh diberbagai desa dan kota sepanjang tahun 2015–2019.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015–2019, lanjutnya, target besar Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPERA melalui Direktorat Bangunan dan Permukiman sampai tahun 2019 adalah 100-0-100. Dikandung maksud, 100% warga dapat mengakses air bersih, 0% bebas kumuh, dan 100% akses sanitasi layak.

Selaku Korkot (Koordinator Kota) P2KP, dia mengerahkan 23 Fasilitator P2KP yang bertugas tidak hanya mengawal penyusunan basis data 100-0-100 untuk penyusunan Profile Permukiman dan Profile Kumuh sebagai bahan penyusunan dokumen RKP KP. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana merubah perilaku masyarakat tentang pentingnya budaya hidup bersih dan sehat. Sehingga target 100-0-100 untuk wujudkan Brebes tanpa kumuh dapat tercapai.

“Dan untuk suksesnya program ini, diperlukan kolaborasi antara pemangku kebijakan di tingkat Pemerintah Kabupaten, Dunia Usaha, Kelompok Peduli, LSM, dan masyarakat. Semua stake holder tersebut harus guyub rukun, bergotong royong bersama,” tandasnya.

Kekumuhan dan perilaku masyarakat

Kepala Bappeda Brebes melalui Kabid Pengembangan Infrastruktur Wilayah Titi Yuliati menyampaikan, bahwa persoalan kumuh bukan hanya fisik semata terkait sarana prasarana infrastruktur tetapi lebih ke perilaku masyarakat. Perilaku masyarakat kita, masih banyak dijumpai warga yang buang air besar di sungai atau aliran irigasi. Meskipun, mereka sebenarnya sudah mampu untuk membuat jamban keluarga.

“Kami menyayangkan, begitu banyak sarana sanitasi yang sudah dibangun dari berbagai program seperti Sanimas dan lain lain tetapi tidak digunakan dan dipelihara dengan baik, akibat masih rendahnya budaya PHBS,” tuturnya.

Kepala Satuan kerja Satuan Kerja Penataan Kawasan Permukiman dan Penataan Bangunan (PKP2B) Provinsi Jawa Tengah mengharapkan agar tahapan penggalian dan penyusunan data tidak hanya dilakukan di belakang meja oleh pihak konsultan tetapi harus dilakukan di lapang bersama dengan masyarakat dan disinergikan dengan pendampingan yang dilakukan oleh failitator P2KP.

Sehingga data yang dihasilkan tidak tumpang tindih. Khusunya dalam menentukan delinasi kawasan kumuh sebagai bahan penyusunan dokumen RKP KP dan Indikator Program yang akan dituangkan dalam Detail Enginering Design (DED) .

Kegiatan dihadiri oleh unsur lintas SKPD yang tergabung dalam Tim Kelompok Kerja Teknis (POKJANIS) RKP KP, Camat, Lurah, Kepala Desa dan perwakilan Badan Keswayadaan Masyarakat (BKM) serta unsur kelompok peduli lainnya. (ILMIE)

Posted in: Sosial