Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 13 August 2015 Read More →

Bupati Brebes Ikuti Peringatan 7 Hari Meninggal Ayahandanya

hari ketujuh

Peringatan 7 Hari meninggalnya H. Ismail Bin Ali Jabidi Ayahanda Bupati Brebes

BREBESNEWS.CO -Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE atas nama keluarga besar Hj Rukayah meminta segala kekhilafan ayahanda H Ismail bin Ali Jabidi selama hidupnya, dimaafkan. Dia sadar betul bahwa manusia tidak bisa luput dari segala kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

“Inalillahi waina illaihi rojiun, dalam kesempatan yang baik ini, pertama, saya atas nama keluarga memohon segala kekhilafan ayanda H Ismail bin Ali Jabidi untuk dimaafkan,” pinta Idza kepada ratusan hadirin yang mengikuti tahlil hari ketujuh atas wafatnya Ayahanda Bupati Brebes, di Pesurungan Lor, Kota Tegal, Rabu malam (12/8/2015).

Idza menyampaikan terima kasih atas sumbangsih hadirin yang dengan tulus ikhlas membacakan surat yasin dan tahlil serta doa-doa lainya kepada ayahanda sejak hari pertama hingga hari ketujuh.

Atas nama keluarga mengucapkan terima kasih dan mohon maaf bila dalam penyambutan ataupun suguhannya kurang berkenan. Serta memohon agar keluarganya diberi kekuatan dan keikhlasan untuk melanjutkan perjuangan ayahanda.

“Kami mohon keikhlasannya, semoga langkah dan niatan Bapak, Ibu, Saudara, menjadi amalan saleh,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Sholeh Al Athos dari Kabupaten Tegal menyampaikan tausiyah tentang kematian. Perjalanan hidup manusia selalu dipenuhi cahaya, lanjut Habib, tetapi bisa redup ketika mengalami sakit.

Dengan sakit, cahaya wajah redup, kekuatan jasadpun dikurangi, enaknya menikmati makanan juga dihilangkan begitupun dengan dosa-dosa dihilangkan. Namun ketika sembuh, semua cahaya dan kekuatan manusia akan dikembalikan, kecuali dosa.

“Dosa akan diampuni ketika menderita sakit dan dosa tidak dikembalikan lagi ketika sembuh,” paparnya.
Kematian, lanjutnya, akan menjadi pelajaran bagi yang hidup. Maka hati-hati dalam hidup dan bersiap-siaplah untuk menyongsong mati dengan membawa bekal dan sebaik-baik bekal adalah takwa.

Habib mengingatkan bahwa apa yang ada didunia ini pada hakekatnya hanyalah titipan dari Allah SWT. Dia mengibaratkan seorang tukang parkir yang dengan gembira namun bertanggung jawab ketika menerima titipan dari sang pemilik kendaraan. Tukang parkir itu tidak sombong meskipun dikitari ratusan mobil dan motor, bahkan dia berbahagia ketika motor atau mobil yang dititipkan kepadanya diminta pemiliknya. Gembira karena tanggung jawabnya telah berakhir.

“Tak perlu risau apalagi galau ketika segala titipan yang kita miliki kembali diminta Sang Pemilik yang sah, Inalillahi waina ilaihi rojiun,” ujar Habib Sholeh.

Harta pada hakekatnya tidak berguna setelah kematian, sambungnya, maka menjadi mukmin yang utama adalah yang akhlaknya baik bukan karena harta, pangkat, jabatan ataupun kemewahan. “Semua itu tidak akan berarti apa-apa kalau ahlaknya bobrok,” tandasnya.

Untuk itu, Habib Soleh mengingatkan agar kita harus mampu menyikapinya dengan menjadi mukmin yang cerdas. Lalu bagaimanakah mukmin yang cerdas itu, tiada lain adalah mukmin yang selalu memperbanyak ingat pada kematian.

H Ismail Bin Ali Djabidi, Ayahanda Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE di RSI Harapan Anda Kota Tegal, Kamis (6/8/2015) pukul 12.45 dalam usia 74 tahun. Pemakaman dilakukan bada Ashar di makam Mbah Djiwo Pesurungan Tegal.

Almarhum meninggalkan enam orang anak Hj Sri Sakti Handayani, Dr H Edy Utomo, Hj Idza Priyanti SE, H Ikmal Jaya SE MH, Endang Sri Mulyati dan Mukti Agung Wibowo ST MT.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tegal Nursholeh, Rais Syuriyah PC NU Kab Brebes KH Amin Mashudi, para pejabat di lingkungan Pemkab Brebes, Tegal, Slawi dan Pemalang serta ratusan warga dari empat daerah tersebut. (ILMIE).

Posted in: Serba Serbi