BrebesNews.Co 7 August 2015 Read More →

Gas Melon Langka, Pemkab Brebes dan Pertamina Gelar Operasi Pasar

gas elpiji2

Pemkab Brebes dan Agen Gas Pertamina saat melakukan operasi pasar di Desa Rancawuluh Kecamatan Bulakamba

BREBESNEWS.CO -Disparitas atau selisih harga gas subsidi dan non subsidi yang semakin tinggi, di duga memacu kelangkaan gas elpiji subsidi berisi 3 kilogram ( gas melon) di Kabupaten Brebes. Hal tersebut karena sekarang banyak kalangan mampu lebih memilih gas melon isi 3 kilogram dari pada gas elpiji non subsidi yang 12 kilogram. Selain itu, dugaan musim hajatan usai lebaran juga menjadikan kebutuhan gas melon semakin tinggi.

Menyikapi kelangkaan gas isi 3 kilogram inilah, Pertamina bersama Pemkab Brebes berinisiatif menggelar operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan gas isi melon yang terjadi sejumlah wilayah Kabupaten Brebes, Kamis (5/8/2015).

Bagian Perekonomian Setda Brebes bersama dengan agen elpiji 3 kg PT Sinthya Jaya Kusuma itu mendatangi sejumlah wilayah yang diketahui mengalami kekurangan pasokan.

Di Desa Siwuluh, Kecamatan Bulakamba, beberapa warga langsung merangsek untuk membeli saat truk armada yang membawa gas melon berhenti. Mereka bahkan ada yang sempat memborong beberapa tabung. Hal ini karena sebelumnya gas melon itu susah didapatkan.

“Sejak lebaran sampai sekarang, ketersediaan gas masih belum normal hingga warga harus mencari sampai keluar desa. Namun demikian, proses,” kata Toyib warga setempat.

Kendati banyak warga yang merangsek untuk memborong gas, tapi terlihat tertib hingga tidak menimbulkan kericuhan.

Sementara itu manager agen elpiji 3 kg PT Sinthya Jaya Kusuma Ponco Susilo mengatakan ada kenaikan permintaan gas melon hingga menimbulkan kelangkaan.

“Untuk operasi pasar ini sengaja kami lakukan karena memang ada kenaikan permintaan pasar akhir-akhir ini,” kata penyelenggara kegiatan Ponco Susilo.

Menurut Ponco, selain di wilayah utara, operasi pasar juga dilakukan di wilayah tengah. Namun demikian, ttitik penjualan gas melon tersebut tidak merata 650 tabung tambahan fakultatif.

“Untuk agen kami sendiri mendapat tambahan 1 LO atau 650 tabung pada awal Agustus ini dan sudah dijual melalui operasi pasar. Begitu juga untuk pengiriman reguler ke pangkalan dengn kuota ,” jelasnya lagi.

Kabag Perekonomian Setda Brebes, Daan Susanto mengutarakan, adanya kekurangan pasokan gas melon di masyarakat beberapa waktu lalu tidak hanya terjadi di Brebes saja, melainkan juga terjadi di daerah lain.

“Memang kebutuhan masyarakat sedang tinggi, tapi persediaan yang ada sekarang tidak mencukupi. Bukan langka tapi kurang. Kegiatan operasi pasar itu oleh agen itu dalam rangka mencukup kekurangan yang ada,” tuturnya.

Menurut Daan, melonjaknya permintaan masyarakat akan gas melon itu karena disebabkan sejumlah faktor diantaranya musim hajatan dan menjelang Agustusan di mana tingkat kebutuhan dipastikan meningkat.

“Pihaknya mengaku sudah mengajukan penambahan kuota untuk wilayah Brebes hingga 10 persen kepada Pertamina,” kata Daan. (HENDRIK).

Posted in: Ekonomi & Bisnis