BrebesNews.Co 18 August 2015 Read More →

Tak Gelar Upacara HUT RI, SDIT Harapan Umat Brebes dapat Klarifikasi Dandim

sdit harapan umat brebes

SDIT Harapan Umat hari Senin 17 Agustus tampak sepi tanpa ada kegiatan upacara hari kemerdekaan

BREBESNEWS.CO -Disaat anak-anak sekolah di berbagai tingkatan baik SD/MI, SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA melaksanakan upacara HUT RI, ratusan anak di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Harapan Umat Brebes, yang terletak di jalan Yos Sudarso ini Justru meliburkan siswanya.

Sekolah tersebut ternyata tidak menggelar acara ritual tahunan hari kemerdekaan 17 Agustus ini.

Kepala Sekolah tidak menggelar upacara mendapat reaksi keras dari para orang tua murid dan mendapat sorotan dari elemen masyarakat termasuk media sosial. Bahkan Dandim 0713/Brebes dan Polres Brebes langsung mendatangi sekolah itu dan mengadakan klarifikasi ke sekolah tersebut.

Dandim 0713 Brebes, Letkol Inf Efdal Nazra mengatakan, setiap sekolah wajib melaksanakan upacara bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. Itu sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap para pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Karena itu, sebagai penerus bangsa berkewajiban mengisi kemerdekaan sebaik mungkin.

“Saya baru tahu ada sekolah yang tidak melaksanakan upacara bendera hari ini. Saya akan cek dulu, dan apa alasanya tidak melaksanakan upacara bendera itu,” kata Dandim kepada sejumlah awak media, Senin siang (17/8/2015).

Sementara itu, Kepala Sekolah SD IT Harapan Umat Brebes, Ratoni saat dikonfirmasi mengakui kalau sekolahnya tidak melaksanakan upacara 17-an. Meski mengakui, tetapi dia membantah kalau upacara 17-an tidak dilaksanakan karena sebenarnya sudah dilakukan dengan menggabungkan upacara hari pramuka pada 14 Agustus lalu.

Ketika didesak apa bukti-buktinya melaksanakan upacara 17-an antara lain pembacaan teks proklamasi, Ratoni gelagapan tidak bisa menunjukan bukti-buktinya.

“Ini memang kebijakan sekolah kami. Tapi, bukan berarti kami tidak menghargai hari kemerdekaan RI. Sebab, kegiatan upacara itu sudah dilaksanakan pada 14 Agustus lalu bersamaan peringatan Hari Pramuka,” bantahnya.

Ratoni yang biasa disapa Ahmad Fatoni ini juga beralasan kenapa tidak melaksanakan upacara 17-an karena siswanya banyak yang jauh seperti dari Losari, Larangan dan yang jaraknya jauh.

Lagi pula tanggal 17 Agustus adalah tanggal merah yang artinya hari libur. Selain itu, sekolah juga tidak mendapat arahan dari Dinas Pendidikan, terkait kewajiban melaksanakan upacara bendara HUT Kemerdekaan RI.

“Atas pertimbangan ini, kami berinisiatif meliburkan seluruh siswa,” bela Ratoni. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi