BrebesNews.Co 16 September 2015 Read More →

Palgeni Siap kawal Pemerintahan Brebes yang Bersih dari Korupsi

palgeni

Penasihat Palgeni Brebes Soewardi Wirdjaatmaja saat memberikan sambutannya di HUT Palgeni ke 13 Palgeni Brebes

BREBESNEWS.CO -Merayakan hari ulang tahunnya yang ke-13, paguyuban alumni gerakan siswa nasional Indonesia (Palgeni) Kabupaten Brebes tengah bersiap diri pada pendewasaan organisasi. Bagaikan pedet atau anak sapi yang siap jadi banteng. Sehingga kiprahnya makin nyata dalam membantu pembangunan Indonesia, khususnya Kabupaten Brebes.

Demikian disampaikan Ketua Palgeni Kabupaten Brebes Karsono SSos saat merayakan HUT ke-13 di Sanggar Pendekar, Jalan Dewi Sartika Desa Sigambir Kecamatan Brebes, Rabu (16/9/2015).

Menurut Karsono, palgeni bertekad mengawal pemerintahan Kabupaten Brebes agar Good Government dan Clean Government atau bebas dari korupsi. Hal ini selaras dengan semangat revolusi mental atau revolusi rohani yang dibawa Presiden Joko Widodo.

“Perwuju dan pemerintahan yang baik dan bersih, mutlak diperlukan untuk kesuksesan dan kesejahteraan rakyat, dan palgeni akan mengawal terus,” tekadnya dihadapakan 100 orang anggota lebih yang hadir.

Paguyuban ini beranggotakan mantan aktivis organisasi pelajar tahun 1960-an atau Alumni GSNI). GSNI adalah organisasi pelajar yang berdiri pada 2 Januari 1959. Organisasi ini senafas dengan GMNI, GPM, GWM, LKN, GSNI adalah ormas yang pernah tergabung dalam Partai Nasional Indonesia (PNI). PNI adalah parpol yang didirikan Bung Karno pada 4 Juli 1927 dan sangat terkenal dengan sikapnya yang anti penjajahan.

Karsono lebih jauh menjelaskan, Palgeni berdiri berawal dari saling silaturahmi antar alumni GSNI tahun 60-70 dengan berbagai latar belakang seperti pengusaha, wiraswasta, PNS, guru, dan juga pamong desa untuk mengumpulkan balung pisah dengan satu tekad melestarikan nasionalisme. Dan terbentuklah Palgeni pada 8 September 2002 di Pantai Randusanga Indah (Par In). Keberadaannya telah diakta notariskan dengan nomor 56 tahun 2003.

“Alhamdulillah anggotanya kini sudah menyebar di seluruh Kabupaten Brebes dan telah terbentuk Palgeni di 17 Kecamatan se Kabupaten Brebes,” tutur Karsono.

Palgeni, lanjutnya, didirikan dengan tujuan melestarikan nilai dasar nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menggalang komponen pada partisan nasional dalam kehidupan masyrakat di bidang pendidikan, politik, sosial, kemasyarakatan dan kekeluargaan.

Juga untuk mewujudkan kehidupan yang demokratis dan memupuk rasa tanggung jawab dan mengembangkan rasa kesetiaan kepada Pancasila dan UUD 1945.

Untuk melanggengkan kegiatan, setiap bulan diadakan pertemuan silaturahmi secara bergilir di masing-masing kecamatan.

“Kami juga telah memiliki koperasi TUNAS MEKAR, untuk lebih menyemangati kegiatan,” pungkasnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Suporo menuturkan, kegiatan HUT ke 13 Palgeni diselenggarakan secara sederhana. Dari masing-masing kecamatan menghadirkan 3 orang pengurus.

Mantan anggota MPR RI, Soewardi Wiriatmadja SH, yang juga penasihat Palgeni, dalam sambutannya mengharapkan kegiatan paguyuban di bidang pendidikan terus dilaksanakan dengan baik.

la juga mengingatkan, untuk membangun paguyuban perlu memperhatikan omdis, yaitu kependekan dari organisasi, militansi, disiplin, introspeksi, dan setia kawan.

Sementara itu dari perwakilan Jatibarang Brigjen (Purn) M Tamrin dari menyatakan bahwa pemerintah Brebes harus lebih menguatkan ekonomi kerakyatan. Jangan sampai terjebab paham kapitalisme yang justru akan menyengsarakan rakyat kecil.

“Potensi ekonomi kerakyatan di Brebes, Tegal, Slawi harus kita jadikan kekuatan ekonomi local yang mampu mendongkrak ekonomi nasional,” tandasnya.

Tampak hadir mantan Bupati Brebes H Indra Kusuma SSos, Aktivis GSNI Drs H Progo Nurjaman, Drs Jayusman, dan anggota Palgeni lainnya. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi