BrebesNews.Co 20 September 2015 Read More →

Wakil Dekan 1 UIN Jakarta : Mahasiswa Jangan jadi Menara Gading

staib oke1

Dr H Suparto MEd

BREBESNEWS.CO -Wakil Dekan 1 bidang Akademik Fakultas Dakwah UIN Syarif Hidayatullah Dr H Suparto MEd mengingatkan agar mahasiswa jangan jadi menara gading. Dalam artian, merasa gagah tetapi tidak membawa manfaat apapun di masyarakat.

Kampus, bukanlah tempat untuk menyendiri, yang memberi kesempatan untuk bersikap masa bodoh terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Justru semasa masih kuliah, langsung mengamalkan segala ilmu yang diterimanya sehingga bisa berkembang dan berbuah.

Demikian disampaikan Suparto saat mengisi Studium Gerneral dan kuliah ta’aruf Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Brebes tahun akademik 2015/2016, di gedung Islamic Centre, Jalan Yos Sudarso Brebes, Sabtu (19/9/2015) lalu.
Mahasiswa jangan sok elit dan membangga-banggakan diri karena status kemahasiswaannya.

“Ojo dumeh, aja onggrongan tapi harus makin berisi makin merunduk dan tegar menghadapi kencangnya angin karena berbobot keilmuannya,” papar Suparto yang juga Assesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) itu.

Dia juga mengingatkan, kalau berdakwah diera globalisasi tantangannya makin berat. Seorang pendakwah akan kalah cepat dengan serbuan media sosial yang mengabarkan tentang berbagai hal tanpa tahu halal haramnya.

“Bila seorang pendakwah tidak sigap dengan gempuran medsos, maka akan tergilas pula dakwahnya,” paparnya.

Tantangan dakwah

Seorang pendakwah harus lebih kreatif dengan penggunaan berbagai media, termasuk media sosial. Tangan-tangan usil, gampang saja melecehkan ajaran agama dengan segala cara. Karena tanpa bendungan dan tidak ada filter yang menghalanginya.

“Tantangan tersebut, bukan untuk dihindari tetapi harus disikapi dengan cara intens tanpa mengenal lelah, baik melalui medsos maupun terjun langsung mengamalkan ilmu kita ke masyarakat dengan dalil dan hukum yang benar,” ajaknya.

Dari berbagai tayangan medsos yang tidak memiliki dasar, menjadikan manusia makin ‘liar’ dalam berbagai kehidupan. Termasuk untuk menentukan pilihan ekonomi dan jalan hidupnya tidak mendasari pada ketentuan hukum islam.

“Sebagai mahasiswa Islam harus mampu meluruskannya sejak dini, jangan tunggu nanti,” ucapnya.

Tidak keliru, lanjutnya, kalau program studi hukum ekonomi syariah dan bimbingan konseling islam memiliki prospek cerah dalam menghadapi tantangan global. “Langkah STAI Brebes membuka dua program tersebut sangatlah tepat,” pujinya.

Ketua Panitia Drs Moh Suaedi MPd menjelaskan, stadium general diikuti 400 mahasiswa dan taaruf diikuti 174 mahasiswa.

Kegiatan yang berlangsung dua hari tersebut dikandung agar mahasiswa dapat mengenal dan beradaptasi dengan lingkungan kampus. Juga untuk menguji mental dan intelegensi ilmiah yang berlandaskan pada norma, etika dan tradisi akademik serta memiliki wawasan kebangsaan dan ketahanan agama dan negara. (ILMIE)

Posted in: Kampus, Pendidikan