Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 11 October 2015 Read More →

Ancaman Radiasi Asbes yang Dapat Ganggu Kesehatan Keluarga

Oleh :Iin Ana Rizqi

(Mahasiswa di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi asal Bulusari Kecamatan Bulakamba)

asbes

Tanpa disadari sebenarnya manusia menerima pancaran radiasi baik itu di dalam ruangan atau di luar ruangan. Di luar ruangan manusia bisa menerimam pancaran radiasi dari sinar matahari.

Sedangkan di dalam ruangan manusia bisa menerima pancaran radiasi baik di dalam gedung maupun di dalam rumah yang berasal dari bahan bangunan itu sendiri. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi seperti sekarang ini, seharusnya perkembangan teknologi di bidang kesehatan juga semakin berkembang dan mudah diaplikasikan serta dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Namun dalam kenyataan masih banyak masalah kesehatan yang belum bisa ditangani dengan baik. Masalah yang cukup sederhana terkait dengan kesehatan yang membahayakan yaitu adanya paparan radiasi di dalam rumah yang tidak disadari oleh masyarakat luas yang dapat membahayakan kesehatan keluarga.

Bahaya radiasi asbes

Kenapa di dalam rumah memberikan pancaran radiasi dan berimbas pada kesehatan keluarga kita?. Hal ini terjadi karena di dalam bahan yang digunakan untuk membangun rumah kita mengandung salah satu bahan yang berbahaya yaitu asbes.
Asbes ini merupakan batuan mineral alami yang cukup mampat dan padat namun dapat dengan mudah dipisahkan menjadi berbentuk serat-serat halus yang ringan, mudah terbang dan tak kasat mata.

Zat kimia yang terkandung dalam asbes terdiri dari magnesium-kalsium silikat yang memiliki sifat fisik yang sangat kuat, tahan api dan kedap terhadap air sehingga dipilih sebagai bahan yang sering digunakan dalam membangun rumah, salah satunya sebagai plafon atau langit-langit rumah.

Plafon atau langit-langit rumah yang berbahan dasar asbes dapat memancarkan radiasi yang dapat bersifat karsinogenik (memicu timbulnya penyakit kanker).

Bahan dasar asbes mengandung unsur radioaktif alamiah U-238, Th-232, Ra-226 dan K-40 dengan aktivitas radioaktif yang berbeda-beda di setiap negara. Dalam peluruhannya U-238 dan Th-232 akan menghasilkan gas radon yang yang bersifat radioaktif dan berbahaya bagi kesehatan.

Terkadang kita tidak sadar jika serat-serat asbes lepas dari struktur padatannya yang terikat satu sama lain dan tak dapat terlihat dengan mata telanjang, saat itulah serat-serat asbes menempel pada kulit dan terhirup oleh kita dan masuk ke dalam paru-paru.

Saat serat-serat asbes menempel pada kulit mengakibatkan kulit menjadi gatal dan iritasi, hal ini mengakibatkan pori-pori kulit terbuka dan serat-serat asbes dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

Dalam jangka waktu yang lebih lama mengakibatkan terjadinya kanker kulit. Selain mengakibatkan kanker kulit, gas radon dari serat-serat asbes yang masuk ke paru-paru melalui inhalasi akan tertimbun dalam paru-paru dan memberikan goresan-goresan pada paru-paru.

Penyerapan gas radon beserta anak luruhnya melalui pernapasan mengakibatkan terjadinya pengendapan atom-atom radioaktif pada dinding paru-paru, terutama pada daerah bronchus.

Partikel alfa dari radon dan partikel beta dari anak luruh radon akan meradias sel-sel jaringan paru-paru yang dalam jangka panjang akan memicu timbulnya kanker paru-paru. Potensi timbulnya masalah kesehatan yang cukup besar yaitu saat plafon atau langit-langit rumah dalam keadaan tidak baik, rusak atau dibongkar.

Saat itulah serat-serat asbes akanlebih banyak lepas dan mudah terhirup serta menempel pada kulit. Jika kita beraktivitas di luar rumah, baik itu bekerja, sekolah maupun aktivitas lain selama 9, otomatis kita lebih banyak berada di dalam rumah yaitu selama 15 jam. Potensi terkena paparan gas radon yang dihasilkan tidak dapat dihindari. Apalagi saat di luar rumahpun kita beraktivitas di dalam ruangan atau gedung, akan kembali menerima paparan radiasi dari gedung tersebut.

Upaya penanganan

Yang perlu dilakukan jika penggunaan asbes pada bahan bangunan sudah mengancam kesehatan keluarga karena adanya gas radon antara lain dengan memilih bahan-bahan bangunan yang tidak mengandung bahan asbes. Mengganti atap-atap rumah dengan bahan dasar kayu, melihat kondisi bangunan rumah kita masih baik atau sudah rusak, mengontrol penyebaran serat asbes di rumah maupun di ruang kerja dengan cara dibersihkan menggunakan vacum cleaner sehingga inhalasi serat asbes dapat ditekan, serta yang paling penting adalah adanya peraturan pemerintah akan larangan penambahan atau penggunaan asbes pada bahan bangunan.

Jika di Indonesia belum pernah di teliti seberapa besar aktivitas radioaktif kandungan radionuklida dari plafon atau langit-langit rumah berbahan asbes mungkin sampai kedepannya pun kita tidak tahu apakah bahan bangunan yang dipakai dalam fondasi rumah kita aman bagi kesehatan atau tidak. Ini mungkin sebagian kecil dari masalah kesehatan yang luput dari perhatian dan membahayakan bagi kesehatan keluarga kita.

Dari penjelasan mengenai adanya berbagai ancaman penggunaan asbes sebagai bahan bangunan rumah atau gedung bagi kesehatan keluarga, dapat disimpulkan bahwa perlu adanya pertimbangan radio ekologis dalam penggunaan asbes sebagai bahan bangunan untuk perumahan atau gedung, di Indonesia peraturan mengenai masalah peredaran asbes ini belum jelas.

Oleh sebab itu, perlu segera difikirkan langkah-langkah preventif untuk menghindari terjadinya dampak yang lebih buruk di masa mendatang. Perlu adanya penelitian menyeluruh untuk mengetahui sejauh mana penggunaan asbes di Indonesia memberikan efek kesehatan bagi masyarakat. (*)

Posted in: Opini