Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 21 October 2015 Read More →

Angka Warga Bertubuh Pendek di Brebes Capai 42,7 persen

stunting1

Penandatanganan komitmen pencegahan stunting atau warga dengan tubuh pendek di Brebes di Sekertariat DPRD Brebes

BREBESNEWS.CO -Warga masyarakat Brebes yang mengalami stunting masih tinggi mencapai 42,7 persen atau sekitar 700.000 warga dari 1,7 juta penduduk Brebes. Hal ini terjadi akibat masyarakat Brebes kekurangan asupan gizi yang kronis yang berlangsung dalam jangka waktu lama.

“Anak yang stunting tidak hanya memiliki fisik yang lebih pendek disbanding anak-anak sehat tetapi fungsi kognitifnya pun terganggu. Akibatnya prestasi sekolah juga tidak maksimal,” ujar Sekretaris Pimpinan Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PBNU dr Citra Fitri Agustina saat diskusi public bersama Anggota DPRD Kab Brebes, di ruang Komisi IV DPRD, Rabu (21/10/2015).

Untuk itu, dia meminta kepada Anggota DPRD Brebes membantu masyarakat dengan sepenuh hati menurunkan angka stunting di Brebes. Berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Brebes.

Di Brebes, lanjut Cifi, demikian panggilan Akrabnya, PP LKNU bekerja sama dengan UNICEF telah melakukan intervensi di 35 desa dari 5 Kecamatan, Kabupaten Brebes. Upaya yang telah dilakukan untuk mendukung pencegahan stunting antara lain telah melatih 110 tokoh agama pada 2012-2013.

Pada tahun 2015 sebanyak 130 Kiai dan Nyai yang tersebar di 35 desa intervensi.

“Mereka ditugaskan untuk melakukan penyuluhan dan menggerakan komunitas jamiyah, maupun jamaah di majelis taklim serta mendukung penyuluhan di Keluarga Sangat Miskin (KSM) PKH,” tutur Cifi.

Lembaga Kesehatan NU dan PCNU mengajak tokoh agama dan medesak Pemkab Brebes memberikan perhatian penuh upaya pencegahan stunting yang selama tiga tahun melakukan intervensi di 35 desa intervensi dan pada tahun 2015 program tersebut telah berakhir.

Untuk itu perlu perhatian dan komitmen Pemkab Brebes untuk melanjutkan program pencegahan stunting yang diwujudkan melalui kebijakan kongkrit, antara lain, mengalokasikan dana bantuan keuangan bagi kader yang semula Rp 200 ribu pertahun meningkat menjadi Rp 400 ribu pertahun pada 2016.

Mengusahakan agar setiap posyandu memiliki alat pengukur tinggi badan, panjang badan dan sarana pendukung lainnya guna memudahkan pengukuran tumbuh kembang anak di Brebes.

Menambah lagi desa-desa intervensi diluar 35 desa yang sudah dilakukan intervensi.

Wakil Ketua DPRD Brebes Nasirul Umam, sepakat untuk melakukan terus meningkatkan upaya nyata dalam peningkatan gizi dan pencegahan stunting, memberikan dukungan penganggaran yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak, sekaligus upaya pencegahan stunting di Brebes.

Umam berharap semua pihak yang ingin turut serta berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat baik secara moril maupun materil. Baik berupa regulasi maupun aksi nyata di masyarakat.

“Semua itu bisa dilakukan tidak ujug-ujug (semudah membalikan telapak tangan), perlu proses melalui mekanisme penganggaran yang berlaku,” tandasnya.

Komitmen tersebut ditanda tangani oleh 5 anggota Dewan yakni Nasirul Umam, Musafa, Imam Royani, Ghofar Mughni, dan Musthollah.

Mereka akan terus mengawal dan memperjuangkan apa yang menjadi keinginan masyarakat, demi pencapaian kesejahteraan dan kemaslahatan umat. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi