Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 12 October 2015 Read More →

Selamatkan Anak dari Makanan dan Minuman Berbahaya

lukman

Oleh Lukman Hakim
(Pekerja kesehatan, tinggal di Desa Sitanggal Kecamatan Larangan)

Perkembangan gizi anak selalu dipantau sejak bayi hingga usia dibawah 5 tahun untuk menjaga kesehatan anak. Makanan dan minuman yang merupakan asupan gizi pendukung anak pun sangat penting untuk diperhatikan. Apalagi saat ini banyak makanan dan minuman berbahaya yang bisa menurunkan tumbuh kembang anak dan bisa menyebabkan penyakit pada anak.

Solusi yang terbaik adalah memberikan penjelasan kepada anak dan memperhatikan makanan dan minumannya. Jangan sampai anak makan sembarangan yang bisa membawa dampak penyakit pada dirinya. Tentu orang tua selalu mendambakan anak yang sehat, ceria dan bebas dari penyakit. Untuk itu orang tua harus berperan aktif dalam mengatur pola makan anak dan menjaga agar anak tidak mengkonsumsi makanan yang terkandung bahan berbahaya.

Awas Makanan Berbahaya !

Beberapa waktu lalu ada rincian berberapa makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya yang patut diwaspadai. Karena dengan berlebihan dalam mengkonsumsinya bisa merusak kesehatan anak. Hal ini menjadi perhatian yang penting bagi orang tua dalam mencegah anak agar tidak mengkonsumsinya.

Peredaran makanan ringan berbahaya di pasaran yang dikonsumsi anak perlu mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan bagian Gizi. Karena hal tersebut apabila dibiarkan dan dikonsumsi anak bisa menyebabkan gangguan organ ginjal.

Pemerintah pun perlu membuat kebijakan peredaran makanan ringan seperti chiki-chikian yang berbahaya agar tidak mudah mereka mengedarkan makanan seenaknya tanpa memperhatikan kandungannya yang kadangkala dari bahan berbahaya.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM ) Provinsi Jawa Tengah mencatat hampir 50 persen jajanan anak-anak mengandung zat berbahaya dan masuk kategori tidak sehat. Hal itu didasarkan dari hasil pengujian terhadap sampel jajanan sekolah yang beredar di tujuh kabupaten di Jawa Tengah.Dan ironisnya, jajanan tersebut umumnya dijajakan di luar sekolah.

Jenis-jenis makanan dan minuman yang memiliki warna mencolok biasanya dibuat dan dijual karena kecenderungannya lebihdapat menarik perhatian anak-anak. Berbagai jenis makanan yang diberi zat pewarna, pengawet, perasa, maupun pemanis biasanya lebih disukai anak-anak.

Bahan-bahan semacam methanil yellow, boraks, rodhamin B, dan formalin, sering digunakan untuk mencampuri jenis jajanan anak. Padahal zat-zat itu benar-benar membahayakan bagi kesehatan tubuh anak. Berbagai macam penyakit akan dapat ditimbulkan akibat mereka mengonsumsi zat-zat berbahaya itu secara berkepanjangan.

Ternyata ada beberapa kandungan berbahaya di dalam makanan dan minuman kemasan, baik dengan kemasan kotak, kaleng, dan plastik.
Bahkan, beberapa bahan makanan ini dapat menjadi pemicu beberapa penyakit serius.

Berikut ini rinciannya:

1. Aspartam
Bahan ini ada di hampir semua makanan kemasan. Bahan pemanis buatan ini biasanya terdapat dalam minuman bersoda. Penelitian bahan menemukan bahwa aspartam bisa memicu penyakit limfoma, leukimia, dan ginjal.

2. Pewarna Makanan
Biru, kuning, merah, dan warna lainnya dalam makanan sungguh menarik mata. Padahal pewarna makanan bisa menyebabkan masalah serius. Warna-warna pada makanan ini dapat menyebabkan penyakit kandung kemih, otak , ginjal, adrenal, dan kanker tiroid.

3. Sirup Jagung
Kedengarannya tidak berbahaya, tapi ternyata sirup jangung mengandung fruktosa yang tinggi. Sirup jagung biasanya digunakan untuk pemanis makanan kemasan. Terlalu banyak mengkonsumsinya jadi penyebab utama penyakit diabetes.

4. MSG ( Monosodium Glutamate )
Monosodium glutamate adalah penambah rasa untuk makanan kemasan. Kandungan asamglutamatbebas dan natrium aditif ini dapat mempengaruhi kesehatan otak. Penelitian bahkan mengaitkan MSG sebagai penyebab penyakit Alzheimer dan Parkinson.

5. Natrium Benzoat dan Kalium Benzoat
Dua bahan ini sering digunakan sebagai pengawet makanan. Bahan-bahan ini ini dapat menyebabkan kerusakan tiroid. Bahayanya bahkan akan meningkat jika makanan kemasan ini terkena panas atau cahaya matahari langsung.

Tentu setelah mengetahui berbagai kandungan berbahaya pada makanan dan minuman kemasan, para orang tua harus lebih memantau anak-anak dalam membeli jajan. Jangan sampai anak sembarangan mengkonsumsi makanan ringan yang berbahaya.

Latih Anak Miliki Gaya Hidup Sehat

Mengingat betapa berbahayanya efek dari berbagai jenis makanan tak sehat itu tentu kita tidak bisa tinggal diam. Perlu adanya tindakan pencegahan secara cepat agar mereka tak akan menanggung akibat ulah para pedagang tak bertanggung jawab itu. Pencegahan dini harus dilakukan oleh berbagai pihak, utamanya pihak sekolah dan orang tua siswa. Beberapa cara dapat ditempuh oleh pihak sekolah, orang tua, maupun masyarakat.

Di antaranya, pertama, menanamkan konsep hidup sehat kepada anak-anak. Penanaman konsep hidup sehat ini dapat dilakukan oleh pihak sekolah melaui pembelajaran yang diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran. Utamanya mata pelajaran pendidikan kesehatan. Demikian pula orang tua dapat menamamkan kesadaran hidup sehat itu di rumah melalui berbagai teknik.

Kedua,orang tua perlu membudayakan kebiasaan putra-putrinya tidak membeli jajan sembarangan. Hal ini dapat ditekan melalui kebiasaan menyiapkan bekal makanan atau minuman sehat yang dibuat atau dibeli sendiri. Dengan membawa bekal sendiri dari rumah sedikit banyak akan mengurangi kebiasaan jajan di sekolah. Hal semacam ini sudah banyak dilakukan di berbagai sekolah baik di Taman Kanak-Kanak (TK) maupun di SD.

Dengan kebiasaan seperti itu ada dua manfaat sekaligus. Disamping anak akan lebih terjaga kesehatannya juga ada kecenderungan peningkatan angka menabung karena uang jajan mereka sebagian besar lebih diutamakan untuk menabung. Ketiga, jika memungkinkan pihak sekolah atau bersama wali murid membangun kantin sekolah sehat yang akan lebih bertanggung jawab menyediakan jenis makanan sehat bagi murid-murid.

Dengan berbagai macam makanan yang dapat dipertanggungjawabkan unsur kesehatannya, kantin sekolah akan diburu oleh siswa-siswinya. Hanya saja dalam hal ini pihak sekolah harus lebih bertanggung jawab menyediakan makanan sehat. Bukan malah menyediakan makanan semacam yang dijual di luar sekolah yang sebagian besar membahayakan.

Pendekatan terhadap para pedagang agar menjual makanan sehat
Usaha lain yakni mengadakan pendekatanterhadap para pedagang di luar sekolah yang menjual jenis jajanan. Pendekatan inidilakukan dengan tujuan agar mereka ikut bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan anak-anak. Imbauan pihak sekolah dan wali murid melalui komite sekolah dapat dilakukan agar para pedagang menjajakan jajanan sehat dan berkualitas.

Perlu pula disepakati bagi para pelanggar untuk mendapatkan sanksi yang ketat. Sanksi itu dapat berupa larangan berjualan lagi di sekitar sekolah atau tidak boleh menjual makanan yang telah terindikasi membahayakan bagi kesehatan. Jika hal ini telah disepakati bersama, maka pihak sekolah maupun orang tua tinggal betugas untuk mengawasi atau mengontrol para pedagang tersebut secara rutin agar tidak terjadi pelanggaran.

Akhirnya menjelang Hari Kesehatan Nasional ke-51 ini di harapkan kualitas makanan dan minuman yang beredar itu adalah kualitas yang sehat dan aman dari bahan-bahan berbahaya. Tentu hal ini akan berjalan dengan lancar, apabila dilakukan oleh berbagai pihak untuk menjaga kesehatan anak.

Jangan sampai generasi muda selanjutnya menjadi lemah dan mudah sakit akibat makanan dan minuman berbahaya. Kita tentu sangat menginginkan regenerasi yang cerdas, sehat dan berdedikasi tinggi terhadap pembangunan mental maupun spiritual.
Lindungi Anak dari Makanan dan minuman berbahaya !

Posted in: Opini