Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 11 November 2015 Read More →

Dana DAK 30% Tersendat, 14 Kepala Sekolah di Bumiayu Resah

DAK

Ilustrasi

BREBESNEWS.CO – Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan seharusnya mampu memberikan dampak positif bagi sekolah yang mendapatkannya. Namun apa jadinya jika pencairan dananya tersendat, sementara bangunan telah terselesaikan.

Hal ini seperti yang dialami oleh sedikitnya 14 Sekolah Dasar yang ada di kecamatan Bumiayu yang saat ini tengah menunggu lambatnya pencairan tahap akhir (30%) dari DAK tahun 2010, 2012, 2014 dan 2015.

Sedianya pencairan 30 persen yang merupakan termin ketiga itu sudah bisa dicairkan, ternyata hal itu belum juga bisa dicairkan. Hal ini membuat para kepala sekolah resah dan bingung lantaran tanggungan hutang yang masih ada di toko material.

Keempat belas SD tersebut antaranya, SD Kalilangkap 01, SD Kalilangkap 02, SD Margadadi 02, SD Pamijen 01, SD Kaliwadas 03, SD Pruwatan 01, SD Pruwatan 03, SD Laren 04, SD Jatisawit 01, SD Jatisawit 02, SD Kalierang 04, SD Bumiayu 02, SD Langkap 02 dan SD Kalinusu 03. Dari keempat belas SD tersebut, untuk jumlah lokalnya bervariasi ada yang mendapatkan 1 lokal, 2 lokal dan adapula yang mendapatkan 3 lokal.

Kepala SD Jatisawit 02 Bumiayu, Titi Rindarti SPd mengatakan, pencairan tahap 1 (40%) dan tahap 2 (30%) berjalan lancar meskipun tidak bareng, namun tahap 3 kali ini malah membuat mereka binggung. Padahal bangunan yang mereka garap telah disurvei dan dimonitoring oleh pihak Bappeda, BPK, dewan pendidikan dan lainnya.

“Kami tidak tahu alasannya apa yang membuat tersendatnya pencairan tahap ketiga dari program DAK ini. Padahal sebenarnya kami masih butuh perbaikan 4 lokal lagi yakni 3 lokal ruang kelas dan 1 lokal ruang kantor, tetapi ini saja belum cair jadi kami tunggu yang ini dulu saja,” tutur Titi kepada BREBESNEWS.CO, Rabu (11/11/2015).

Hal senada juga diungkapkan Jaedun SPd Kepala SD Kaliwadas 03 Bumiayu, bahwa para kepala sekolah rata-rata memiliki tanggungan hutang terhadap toko material ataupun di KPN dan itu harus segera dibayar karena mereka terus menagih hutang agar bisa dilunasi.

Dirinya bersama kepala sekolah lain merasa heran kenapa pencairan dana dari program DAK ini tidak tepat waktu.

“Padahal SPJ sudah kami laporkan sejak 0% hingga selesai dan ketentuan lainnya juga sudah kami lalui. Akan tetapi belum juga ada harapan kapan dana itu akan segera dicairkan,” tambah Jaedun. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Pendidikan