Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 26 November 2015 Read More →

Idza : Arsip tak Tertata, Desa Sulit dapat Acuan Pengambilan Keputusan

arsip 1

Workshop kearsipan tingkat desa di Kabupaten Brebes

BREBESNEWS.CO -Bupati Brebes Idza Priyanti berharap para Sekretaris Desa bisa mengelola arsip desa dengan sebaik-baiknya. Apalagi, desa telah diamanati untuk mengatur rumah tangganya sendiri sesuai dengan tuntutan Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

“Kalau arsipnya tidak tertata maka sulit untuk mendapatkan acuan dalam pengambilan keputusan. Jadi jangan sia-siakan arsip ya, karena arsip di desa sangat penting sebagai dokumentasi, identitas dan jatidiri suatu bangsa,” kata Bupati Brebes saat membuka Worshop Kearsipan Bagi Pengelola Arsip Desa di Hotel Salsa Dalila, Bumiayu, Rabu (25/11/2015).

Arsip bisa juga dijadikan memori, acuan, dan bahan pertanggungjawaban dalam penyelenggaraan pemerintahan dan juga kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Menata arsip sangat sulit, lanjutnya, oleh karena itu harus ditata mipil (bertahap) dengan memilah dan memilih sesuai klasifikasinya. Mengelola arsip harus sabar dan telaten serta jangan pernah jenuh walau kadang menjemukan.

Justru dengan tantangan tersebut, lanjutnya, untuk mengelola arsip dibutuhkan tenaga ahli dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

“Workshop ini sangat penting, untuk itu ikuti, terapkan dan tularkan kepada teman-teman di balai desa masing-masing agar arsip desa menjadi lebih baik,” ajak Bupati.

Arsip harus diselamatkan, dengan cara dikelola, dipelihara dan dilestarikan guna perlindungan hak keperdataan, peningkatan kualitas pelayanan publik serta pertanggungjawaban daerah secara konfrehensip, terpadu dan berkesinambungan.

Kepala Kantor Data Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Brebes Athoillah SE MSi menjelaskan, Workshop diikuti 38 peserta, berasal dari Sekretaris Desa di Kecamatan Tonjong, Paguyangan, Sirampog, Bumiayu, Bantarkawung, dan Salem.

Peserta digembleng tentang kearsipan selama 16 jam pelajaran meliputi teori dan praktek. Nara sumber berasal dari Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Juni Handaru SPd dan Agustanto PA SH.

Salah seorang peserta, Sugiarti mengaku senang mengikuti kegiatan workshop karena bisa menambah ilmu. Tetapi menurutnya, teori yang didapat tidak semudah dengan kenyataan di lapangan.

“Kepala Desa juga sering tidak mendisposisi surat, sehingga tidak jelas siapa yang harus melaksanakan perintah surat tersebut,” kata Sugiarti saat dialog dengan Bupati. (ILMIE)

Posted in: Pemerintahan