Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 6 November 2015 Read More →

Kuatkan Implementasi Kurikulum 13, PGRI Cabang Brebes Khusus Gelar Seminar

pengurus PGRI Cabang Khusus

Pengurus PGRI Cabang Khusus Kabupaten Brebes saat menemui Bupati Idza Priyanti di Pendopo Kabupaten

BREBESNEWS.CO – Sebagai upaya penguatan implementasi kurikulum 13, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Khusus Kementerian Agama Kabupaten Brebes akan menggelar seminar, Sabtu (7/11/2015) di Gedung PGRI jalan Taman Siswa Komplek Stadion Karangbirahi Brebes.

Seminar mendatangkan Pengurus Besar PGRI dan akan diikuti ratusan anggota PGR Cabang Khusus se Kabupaten Brebes. Selain itu juga akan dibarengi dengan Pelantikan pengurus baru PGRI Cabang Khusus periode 2015/2020.

Ketua Panitia Drs H Moh Muntoyo MPdI menjelaskan, seminar yang berlangsung di Gedung PGRI Jalan Taman Siswa Brebes tersebut bakal diikuti 585 orang anggota PGRI Cabang Khusus. Mereka berasal dari utusan Satuan Kerja Negeri seperti MIN, MTs dan MAN serta Guru DPK di sekolah-sekolah Negeri se Kabupaten Brebes.

“Seminar digelar dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-70,” kata Muntoyo.

Ketua PB PGRI Dr Sulistyo MPd, lanjutnya, bakal memberi pencerahan tentang kode etik guru dalam upaya mendukung revolusi mental bangsa. Kode etik guru perlu ditegakan, sehingga implementasi Kurikulum 13 bisa terwujud.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE juga dijadwalkan akan membuka Seminar tersebut. Bupati sudah bersedia hadir saat menerima audiensi Pengurus Baru dan Panitia Seminar serta Kepala Dinas Pendidikan Kab Brebes Dr Tahroni dan Ketua PGRI Kab Brebes Drs Tarsono Henri.

Drs H Moh Robikhun MAg yang didaulat menakhodai PGRI Cabang Khusus Kabupaten Brebes periode 2015-2020, terpilih pada Konferensi Cabang Khusus pada 8 Agustus 2015 lalu menggantikan Dra Hj Chulasoh MPd bakal dilantik.

Dalam Konfercabsus Robikhun, berhasil mendapatkan 9 suara dari 17 suaran yang diperebutkan. Sementara rivalnya Drs Ahmad Shofi mendapatkan 5 suara dan H Sudardjo mendapatkan 3 suara.

Dalam pengurusan PGRI Cabang khusus Brebes ini, pria kelahiran Siwuluh, 22 September 1969 ini didampingi sekretaris Drs Ahmad Shofi dan Bendahara H Maskuri serta 12 seksi bidang.

Dalam programnya, Robikhun ingin mengantarkan anggota PGRI di cabang khusus ini lebih sejahera. Menurutnya, di PGRI Cabang khusus memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam berorganisasi profesi.

“Tidak ada perbedaan antara hak dan kwajiban anggota dengan teman-teman guru lain yang tercatat di kementerian pendidikan,” terang Robikhun.

Untuk menguatkan dan mendata anggotanya, dia beserta pengurus telah mengadakan Safari PGRI Cabang Khusus di empat tempat, yaitu di Brebes, Ketanggungan, Sirampog dan Bantarkawung. Di dalam Safari tersebut, dia gunakan sebagai berkonsolidasi dengan anggota dan pembentukan ranting ditiap-tiap satuan kerja.

Diterangkan, hingga saat ini, anggota yang tergabung dalam Cabang khusus ada 585 orang sedangkan sebelumnya hanya ada 460 orang.

“Alhamdulillah terdapat peningkatan anggota,” tutur suami dari Hj Sofuah ibni H Syatori.

Perjuangkan GTT,GTY,TTT Masuk PGRI

Untuk sementara, yang tergabung dalam PGRI cabang khusus baru guru dan TU yang sudah PNS. Sementara Guru Tidak Tetap (GTT), Guru Tetap Yayasan (GTY) maupun Tenaga Tidak Tetap (TTT) belum masuk jadi anggota PGRI Cabang Khusus karena terkendala besarnya iuran yang harus ditanggung oleh anggota. Padahal, guru dan TU yang ada di kementerian agama dari RA, MI, MTs, MA mencapai belasan ribu.

“Bahkan mayoritas, guru-guru di kementerian agama berada dibawah yayasan yang nota bene mereka adalah guru-guru dan TU swasta,” papar Robikhun yang juga Pengawas Pendidikan Agama Islam Kecamatan Brebes.

Permasalahan ini, akan dibawa ke PGRI Kabupaten maupun Provinsi dan Pengurus Besar, agar keberadaan mereka tetap diakomodir dengan tidak dikenakan iuran ataupun dengan solusi terbaik lainnya dengan cara meningkatkan kesejahteraan mereka. Sehingga bisa menjadi anggota yang aktif.

“GTT, GTY, TTT pada hakekatnya sama-sama guru dan memperjuangkan pendidikan anak-anak bangsa,” pungkas Robikhun yang juga Ketua MWC NU Kecamatan Bulakamba. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan