Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 7 November 2015 Read More →

PB PGRI, Dr. Sulistyo : PGRI Cabang Khusus Kurang dapat Perhatian

seminar nasional

Para pengurus PGRI Brebes foto bersama Idza Priyanti dan Ketua Umum PB PGRI Dr. Sulistyo usai seminar nasional pendidikan di gedung PGRI Brebes

BREBESNEWS.CO – Pengurus Besar (PB) PGRI mengakui, guru-guru yang tergabung dalam PGRI Cabang Khusus dibawah naungan Kementerian Agama kurang mendapat perhatian. Hal ini terbukti, masih banyaknya guru madrasah yang tidak bisa diangkat jadi PNS, tidak mendapat pelatihan dan kesejahteraan yang masih minim kepada guru-guru madrasah.

Demikian disampaikan Ketua Umum PB PGRI Dr H Sulistyo MPd saat menjadi nara sumber pada seminar Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-70, di Gedung PGRI Jalan Taman Siswa Brebes, Sabtu (7/11/2015).

Menurutnya, guru-guru dikementerian agama kurang mendapat perhatian, dengan berbagai persoalan klasih yang membelitnya. Untuk itu, dirinya mengaku sudah mengusulkan kepada Menteri Agama agar ada pengangkatan guru, guru honorer. Termasuk mengusulkan agar persoalan dana BOS tidak lagi terlambat, juga tunjangan profesi agar tidak terlambat.

Secara umum, dia berharap agar anggota PGRI harus menyesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan jaman. Misal, di bidang teknologi guru harus mampu mempergunakannya sehingga dalam proses pembelajaran, siswa bisa cepat memahami, mengerti sesaui dengan tumbuh kembang dan potensinya.

Pendidikan Guru Alami Diskriminasi

Diakui Sulityo yang juga Anggota DPD RI itu, masih ada kendala yang dihadapi para guru. Yakni bekal yang dimiliki guru tidak sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, seperti penguasaan teknologi yang rendah tadi.

“Pemerintah berkwajiban memberi bekal kepada guru, bisa berupa pelatihan, agar bekalnya cukup,” katanya.

Termasuk lembaga pendidikan yang mencetak guru juga kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Selama ini pemerintah agak mengabaikan, lembaga pendidikan guru.
Lembaga pendidikan guru tidak dijadikan lembaga pendidikan kelas 1 tetapi hanya kelas 2 atau kelas 3.

Terbukti, ada diskriminasi penganggaran.

“Silakan bandingkan UI dgn UNJ, UNDIP dengan UNNES, sangat jauh penganggarannya. Hanya karena ada jurusan gurunya, maka penganggarannya jauh lebih kecil di Perguruan Tinggi tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, setelah guru bekerja sebagai guru jangan sampai dibiarkan dalam peningkatan kualitasnya. Pemerintah seakan-akan melakukan pembiaran terhadap guru dengan tidak mengikutsertakannya dalam berbagai pelatihan.

“Ada guru, yang berpuluh-puluh tahun mengajar tetapi tidak ditatar. Ada juga guru yang seumur hidup tidak ditatar, sangat ironis,” kritiknya.

Ketua Panitia Drs H Moh Muntoyo MPdI menjelaskan, seminar yang berlangsung di Gedung PGRI Jalan Taman Siswa Brebes tersebut diikuti 586 orang anggota PGRI Cabang Khusus.
Mereka berasal dari utusan Satuan Kerja Negeri seperti MIN, MTs dan MAN serta Guru DPK di sekolah-sekolah Negeri se Kabupaten Brebes.

“Seminar digelar dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-70,” kata Muntoyo. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan