Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 29 November 2015 Read More →

Pelajar dan Ancaman di Masa Depan

generasi

Ilustrasi

Oleh : Dra.Kunsriharni
Guru BimbinganKonseling ( BK ) SMP Negeri 1 Larangan
Anggota MGMP Guru BK Kab.Brebes

Pemuda khususnya pelajar adalah harapan bangsa. Dimana bangsa kita kedepan merupakan tanggungjawab daripada generasi muda, yakni generasi penerus yang bermartabat, berakhlak mulia, dan berbudipekerti luhur.

Namun ancaman yang begitu dekat dengan pelajar begitu nyata, lingkungan yang tidak sehat bisa terjerumus kehal – hal yang negatif yang banyak terjadi seperti sekarang ini, sepertitawuranpelajar, merokok, narkoba, HIV / AIDs dan sex bebas. Dan itu adalah sangat dekat dengan pelajar atau pemuda penerus generasi bangsa.

1. Tawuran pelajar

Data yang di himpun oleh Komisi Pelindungan Anak Indonesia (KPAI) sepanjang tahun 2010 – 2012 bahwa terjadi tawuran pelajar di DKI Jakarta saja sebanyak 301 kasus, dengan 164 korban luka ringan dan 64 orang anak meninggal dunia.

2. Merokok

Sumber data dari Word Health Organization (WHO), Indonesia menduduki peringkat ke-3 Dunia jumlah perokok usia> 15 tahun.
Sumber data dari Riset Kesehatan Dasar (RKD) 2007, 43% perokok Indonesia mulai merokok di usia 15 sampai 19 tahun.
Sementara itu Sumber data Lembaga Demografi FE UI diantara 10 perokok hanya 2 orang yang berhasil berhenti merokok.

Merokok dapat berbahaya bagitubuh kita, karena merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin.Namun demikian masih banyak pula yang mengabaikannya.

Perokokaktif adalah orang yang secara langsung menghisap rokok atas kehendak pribadinya. Selain perokok aktif ada juga perokok pasif yaitu orang – orang yang menghisap asap rokok yang dikeluarkan dari mulut perokok.Tidak hanya perokok aktif saja yang memiliki resiko terkena penyakit, perokok pasifpun juga demikian.

Perokok yang merokok di tempat umum atau tidak meperhatikan orang lain yang tidak merokok adalah orang yang egois.
Faktor utama yang menjadi penyebab pelajar merokok adalah lingkungan.Masa remaja yang penuh dengan rasa ingin tahu membuat mereka ingin mencoba banyak hal.

Rokok mengandung nikotin yang mengakibatkan kecanduan. Nikotin adalah zat yang dapat merangsang syaraf dan otak sehingga menimbulkan efek kecanduan. Hal ini yang membuat seorang perokok sulitmelepaskan diri darijeratan rokok.

3. Narkoba

Bahayanya bahwa kecanduan narkoba dapat merusak organ tubuh secara permanen 90%. Kasus kecanduan narkoba dimulai dari merokok. Diantara 4 juta pengguna narkoba di Indonesia 150 ribu pecandunya masih dalam usia remaja (Sumber data : Badan Narkotika Nasional (BNN) )

4. HIV / AIDS

Gaya hidup dikalangan pemuda kita sangan memprihatinkan, sampai dengan bulan maret tahun 2012 di DKI Jakarta saja, tercatat 5118 mengidap HIV/AIDS dengan 30% diantaranya berusia 15 – 20 tahun. (Sumber data : Kementrian Kesehatan RI )

5. Sex Bebas

Dari jumlah 1,8Juta remaja pria dan 300 ribu mengaku sudahpernah berhubungan sexual (Sumber data : BadanKoordinasi Keluarga Berencana Nasional ). 21% remaja yang berusia 17 sampai 14 tahun hamil diluar nikah (Sumberdata : BKKBN dan Pusat Penelitian Kesehatan UI).

Diatas adalah data yang menunjukan banyaknya ancaman – ancaman yang terjadi pada pemuda dan pelajar kita yang justru nantinya kita menaruh harapan besar pada mereka semua, karena mereka ini adalah calon – calon pemimpin bangsa kita.

Masalah – masalah yang dihadapi adalah masalah serius seperti tawuran pelajar, merokok, narkoba, HIV/AIDS dan sex bebas, yang ujung –ujungnya adalah kematian.

Kalau tidak merokok, tidak terlibat dalam tawuran, tidak mengkomsumsi narkoba, tidak melakukan sex bebas, katanya tidak hebat dan ketinggalan zaman. Itu semua adalah anggapan yang salah.

Semuan ini adalah gaya hidup yang tidaksehat, yang akan merusak moral pemuda dan pelajar kita.

Kita sebagai bangsa Indonesia harus berfikir jernih dan bersatu bagaimana jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah ini, karena ini adalah tanggungjawab kita semua.

Peran serta orang tua, guru dan masyarakat sangat penting, seperti :

1 Memberikan pendekatan – pendekatan spiritual dengan mendatangkan ulama atau kyai.
2 Orang tua mendorong anaknya untuk melakukan kegiatan yang positif, seperti : Les, bermusik, olah raga, dsb.

Membudayakan hidup sehat, bebas dari tawuranpelajar, rokok, narkoba, HIV/AIDS serta tidak melakukan hubungan sex bebas sebelum menikah.Bagaimanapun pencegahan lebih baik dari pada pengobatan. (*)

Posted in: Opini