BrebesNews.Co 23 December 2015 Read More →

Beberapa Desa di 4 Kecamatan Brebes Selatan Dinyatakan Belum Lunasi Raskin

nasi

Ilustarasi

BREBESNEWS.CO – Masih ada 30 persen lagi dari 297 Kelurahan / Desa yang ada di Kabupaten Brebes yang belum melunasi tunggakan beras miskin (raskin). Di Brebes selatan sendiri baru Kecamatan Bumiayu dan Paguyangan yang sudah lunas, sementara 4 kecamatan lainnya masih nunggak.

Demikian dikatakan Yuda Oktori selaku korlap raskin kabupaten Brebes, Rabu (23/12/2015) seusai rakor pelunasan raskin di Aula Kecamatan Bumiayu.

Acara yang diikuti oleh sebagian kepala desa di Brebes selatan ini, sebenarnya bertujuan untuk mengingatkan agar desa-desa yang memiliki tunggakan raskin segera melunasi sebelum 30 desember 2015 mendatang.

Menurut Yuda, dari keempat kecamatan yang ada diselatan itu antaranya kecamatan Sirampog memiliki tunggakan sebanyak 3 desa dari 13 desa yang ada, Kecamatan Tonjong hanya ada 1 desa dari 14 desa, selanjutnya kecamatan Bantarkawung ada 13 desa dari 18 desa dan kecamatan Salem ada 4 desa dari 21 desa yang ada.

“Kami berharap untuk desa-desa yang masih memiliki tunggakan segera melunasi sebelum jatuh tempo, kami mohon kerjasamanya,” ujar Yuda.

Ditambahkan Bambang Rosidin selaku ketua rombongan, bahwa jika sampai tanggal 30 Desember 2015 mendatang, untuk desa-desa yang masih nunggak ini belum melunasi, tim akan segera turun ke desa yang bersangkutan.

“Oleh karena itu untuk para kades mohon kesediannya melakukan koordinasi dengan perangkatnya guna upaya pelunasan tunggakan raskin,” harap Bambang

“Kami yakin tidak ada tunggakan dari warga para penerima raskin, karena begitu raskin itu didistribusikan, warga langsung membayarnya. Mungkin saja tunggakan raskin itu terjadi diperangkat desa selaku pokja,” ungkap bambang.

Raskin harus layak makan

Sementara kepala Desa Waru Kecamatan Bantarkawung, Wastam suganda menyangkal jika tunggakan itu ada diperangakat atau desa. Pasalnya untuk desa waru baru sekitar 4 hari yang lalu menerima beras miskin. Sehingga secara otomatis pendistribusiannya juga tersendat mengingat jarak balaidesa dengan rumah warga penerima yang cukup jauh.

“Raskin baru diambil 4 hari yang lalu, mana mungkin bisa langsung lunas, yang bener saja,” komplennya langsung pada akoor tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Paguyuban Kades Bantarkawung, Taufiq Rohman dimana pendistribusian raskin dari bulog ke desa-desa di Kecamatan Bantarkawung baru seminggu ini sehingga untuk pelunasannya tidak mungkin bisa langsung. Jika sampai tanggal 30 desember 2015 mendatang sih mungkin para kepala desa masih bisa.

“Namun demikian jangan hanya pelunasan raskin saja yang ditekankan untuk kami, tetapi kwalitas raskin juga tolong diperhatikan. Kadang kami menerima raskin yang berkwalitas buruk dimana beras berkutu, bau apek dan berwarna kusam atau dibilang kurang layak konsumsi,” tandasnya. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Ekonomi & Bisnis