Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 22 December 2015 Read More →

Derita Autis, Hilal Bocah Asal Sitanggal Ini Ingin Bisa Hidup Lebih Baik

hilal

Mohamad Hilal bersama ibu dan neneknya

BREBESNEWS.CO – Disaat anak-anak bermain berlarian dan bercengkerama dengan teman sebayanya, namun bocah usia 6 tahun ini terpaksa hanya tinggal di rumah bersama ibu serta neneknya.

Hal ini karena Muhammad Hilal putra dari pasangan Muhammad Dirman (almarhum) dan Anisah yang sejak kecil mengalami kondisi tidak normal seperti anak lainnya. Perkembanga tubuh dan mentalnyapun lambat. Ia baru bisa berjalan setelah berusia 2 tahun. Kelahirannya tidak disambut oleh sosok sang ayah (Muhamad Dirman) karena satu bulan sebelum kelahirannya, ayahnya telah meninggal dunia.

Setelah usia 2 tahun ini juga akhirnya ibunya (Anisah) mendapatkan penjelasan dari tenaga kesehatan bahwa Hilal menderita autis.

Bocah kelahiran 4 Oktober 2009 ini tidak mampu berbicara dan berdialog dengan keluarganya. Hanya isyarat kata-kata yang terekam setiap hari dari orang terdekatnya.

Berobat

Hilal sudah berusaha diobati dan mendapatkan terapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes, namun tidak rutin, karena disesuaikan dengan kondisi dana yang ada.

“Ya kalau ada uang saja mas, baru kami periksakan ke RSUD Brebes,”tutur Anisah saat ditemui, Senis (21/12/2015).

Dia mengungkapkan bahwa perkembangan Hilal semakin membaik setelah menjalani terapi.

“Mungkin kalau rutin diterapi secara rutin anaknya akan lebih baik lagi kondisinya,” imbuhnya.

Anisah mengaku apalah dayanya yang hanya sebagai ibu rumah tangga tinggal di RT 08 RW 05 Desa Sitanggal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Ia dan keluarganya hanya menggantungkan hidupnya dari uang Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), santunan anak yatim dan bantuan saudara-saudaranya.

Selain anaknya yang mempunyai nasib tak beruntung, dia juga harus menjaga dan mengurusi segala keperluan anaknya dan Ibunya, Taslimah (60) yang sudah 7 tahun mengalami struk pada tangan kanannya.

Walaupun dengan kondisi perekonomian yang pas-pasan, Anisah ingin tetap memberikan hak pendidikan pada anaknya. Ia mendaftarkan Hilal di Sekolah Luar Biasa (SLB) Slawi. Ia yakin nanti ada jalan dan kemudahan untuk biaya Sekolah dan biaya terapi untuk kesembuhan anak semata wayangnya.

Anisah berharap ada orang atapun lembaga yang mau memberikan sumbangsihnya terhadap keberlanjutan kehidupan anaknya agar bisa lebih baik. (*)

Lukmanul Hakim, Sitanggal Larangan

Editor : AFiF.A

Posted in: Sosial