Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 6 December 2015 Read More →

Wujudkan Pinjaman Tanpa Agunan, Idza Timba Ilmu ke UKM Kudus

kunker kudus5

Bupati Brebes Idza Priyanti (tengah) saat meninjau unit usaha kecil dan menengah di Kabupaten Kudus

BREBESNEWS.CO -Untuk mewujudkan pinjaman tanpa agunan bagi UMKM di Kabupaten Brebes, Hj Idza Priyanti SE selaku Bupati Brebes ngangsu kawruh ( timba ilmu ) tentang Usaha Kecil Menengah (UKM) ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Dia melihat secara langsung tentang geliat UKM di Kota Kretek tersebut selama dua hari untuk nantinyabisa diterapkan di Kota Bawang. Termasuk solusi tentang pendanaan, Sumber Daya Manusia hingga pemasarannya.

Bupati Kudus H Musthofa SE MM menerima langsung kunjungan Pemkab Brebes dan rombongan serta dari Bank Jateng Cabang Bebes, di pendopo bupati setempat, Kamis sore (3/12/2015).

Kedatangannya ke Kudus, kata Idza, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat yang menggeluti bidang UKM. Termasuk, berbagai usaha produktif dan pendanaannya yang dimiliki Kudus untuk diterapkan di Brebes.

“Kami mau ngangsu kawruh atau nimba ilmu di sini soal UKM dan faktor pendukungnya Pak Bupati,” ujar Idza.

Bupati Kudus Musthofa mengaku bergembira dengan ke royo-royonya Bupati Brebes beserta rombongan datang ke Kudus. Musthofa memandang, Kabupaten Brebes berpotensi sebagai Kota Metropolitan setelah adanya jalur Tol Cipali dan Tol Pejagan Pemalang.
Untuk itu, perlu dibarengai dengan pengembangan UKM untuk mengimbangi industri besar yang mulai merambah Brebes.

Pengembangan UKM, diyakininya akan lebih dinamis dan maju pesat karena akses ke Jakarta bisa ditempuh dalam waktu yang relative singkat.

“Jadi tidak ada alasan, kalau UKM di Brebes tidak maju,” suportnya.

Program KUP (kredit usaha produktif)

Untuk pengembangan UKM di Kudus, lanjut Musthofa, terutama pada bidang permodalan, Pemkab Kudus telah menggandeng Bank Jateng dalam melaksanakan program kredit usaha produktif (KUP).

Program ini akan memberi edukasi yang positif dengan mengubah pola pikir masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap kewajibannya. Bukan bantuan yang selanjutnya menguap tanpa pertanggungjawaban apapun dari peminjam.

“KUP ini tanpa agunan dan bunga hanya 0,9 persen dengan syarat utama peminjam adalah pelaku UKM yang usahanya sudah berjalan, bukan masyarakat umum yang tidak punya UKM,” kata Musthofa.

Program ini telah diterapkan di Kudus setahun lalu dan mendapat sambutan hangat dari seluruh UKM di Kabupaten Kudus. Karena ada kesepahaman antara pemerintah daerah dengan bank pelaksana, termasuk kriteria yang tepat bagi penerima pinjaman permodalan lewat program KUP tersebut.

“Kami sangat cinta UKM maka kami carikan permodalan. Sebagai penghargaan kepada UKM kami juga akan menetapkan tanggal 5 Januari sebagai Hari UKM tingkat Kabupaten Kudus, mudah-mudahan bisa diakui sebagai Hari UKM Nasional,” pungkasnya.

Pernyataan Musthofa tentang KUP dibenarkan Pimpinan Bank Jateng Cabang Kudus Dito Hendrotomo. Realisasinya, pihaknya telah mengucurkan dana sebesar Rp 6,1 Milyar untuk pembiayaan 675 UKM se Kabupaten Kudus.

Program ini sangat berhasil dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi para pelaku UKM.

“Kredit macet nol persen, karena ada kerja sama dengan seluruh stake holder dan dukungan kesadaran yang tinggi dari para pelaku UKM itu sendiri,” ungkapnya.

Kucuran dana tersebut, diakui Yuyun Nailufar yang memiliki UKM Kerudung Aila di Desa Janggat Kudus. Yuyun mengaku UKM nya berkembang sangat pesat setelah mendapat kucuran dana dari KUP.

Semula dirinya sangat kesulitan mendapatkan modal untuk pengembangan usahanya. Paling banter dia hanya mampu menjual kerudung dengan omsetnya sekitar Rp 5 juta per bulan.

“Setelah mendapatkan KUP pada awal Ramadhan 2015, usahanya melejit naik dengan omset antara Rp 20 juta sampai Rp 50 juta per bulan,” aku Yuyun

Pinjaman 5-20 juta per-unit usaha

Pimpinan Bank Jateng Cabang Brebes Rudatin Pamungkas menyatakan siap mengucurkan dana seberapapun sesuai permintaan dari UKM. Pasalnya, perbankan juga dituntut berkontribusi membantu peningkatan ekonomi kerakyatan melalui kredit usaha kecil menengah (UKM) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami akan menerapkan KUP di Brebes dengan menyalurkan bantuan permodalan sesuai dengan kriteria yang tepat,” ujarnya.

Untuk merealisasikan program KUP tersebut, kata Amung-panggilan akrabnya-, Pemkab Brebes melalui stake holdersnya, melakukan pendataan data pelaku usaha secara umum. Dirinya harus benar-benar harus mendapatkan data pelaku usaha secara riil.

“Kita belajar ke Kabupaten Kudus karena Kudus telah ditetapkan sebagai daerah percontohan untuk pelaksanaan program KUP oleh Bank Jateng,” ucapnya.

Nilai pinjaman permodalan, disesuaikan dengan beberapa kategori, yakni untuk pelaku usaha yang mendapatkan kartu berwarna merah pinjaman maksimal Rp5 juta, biru maksimal Rp10 juta, hijau maksimal Rp15 juta, dan abu-abu maksimal Rp20 juta.

“Kami akan melaunching KUP pada 2 minggu mendatang,” tandas Amung.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Brebes Sutejo SE menjelaskan, sebanyak 103.366 UKM. Dan ada 30.000 UKM yang merupakan UKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Brebes.

Ribuan UKM di Brebes, kata Tejo, diakui masih mengalami kesulitan permodalan untuk pengembangannya. Padahal, usaha mereka riil dan masyarakat secara nurani tidak memiliki sifat berbohong.

”Jadi kami akan sangat berterima kasih kalau Bank Jateng kemudian mengucurkan pendanaan UKM dengan program KUP,” tandas Sutejo. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi