Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 15 February 2016 Read More →

Barang Elektronik Kerap Disambar Petir, Warga Bantarkawung Segel Tower Indosat

oke

Penyegelan tower milik provider seluler Indosat di Desa Bantarkawung Kecamatan Bantarkawung

BREBESNEWS.CO – Puluhan warga Desa Bantarkawung Kecamatan Bantarkawung, Minggu (14/2/2016) secara tegas menolak keberadaan tower milik salah satu provider telepon seluler yang dianggap membahayakan kenyamanan dan keselamatan warga.

Warga juga melakukan aksi penyegelan dengan memasang banner bertuliskan, “Tower ini masa operasinya sudah habis masyarakat tidak menghendaki adanya tower ini”.

Penolakan warga itu bukan tidak berasalan, pasalnya Tower provider yang berada di Site Bantarkawung masuk wilayah dukuh pakiringan RT 09/03 desa/kecamatan Bantarkawung ini, kerap merugikan warga saat musim hujan datang.

Hal tersebut disebabkan banyak barang elektronik warga yang rusak akibat tersambar petir, lantaran sejak adanya tower tersebut medan magnet di radius tower menjadi meningkat dan menyebabkan petir sering menyambar dikawasan itu.

“Dulu pihak provider mengatakan kemungkinan itu tidak akan terjadi dan jika terjadi ada barang elektronik yang rusak akibat tersambar petir, pihak provider berkomitmen akan menggantinya,” ujar Suyatno salah seorang warga.

Hal senada juga diungkapkan Siswoyo, warga yang lain bahwa semenjak adanya Tower itu beberapa sumur warga menjadi kekurangan air, hal ini karena pondasi bangunan tower yang terlalu dalam dan menutup beberapa sumber mata air sehingga menyebabkan resapan sumur warga menjadi terganggu.

“Oleh karena itu kami menolak secara tegas keberadaan tower itu dengan jalan menyegel dengan baner tulisan ini,” ungkapnya.

Menurut Muhammad Aririfin selaku Ketua RT 09, RW 03 Dukuh Pakiringan bahwa, selama ini setiap perpanjangan izin masa operasi tower provider indosat tersebut tidak pernah melibatkan tanda tangan warga diradius tower.

“Padahal yang kami ketahui untuk izin IMB itu setidaknya melibatkan tanda tangan warga diradius tower dan ini tidak dilakukan malah dilewati,” kata Arifin.

Arifin menerangkan, pendirian tower provider Indosat ini tepatnya pada tahun 2005 dan pada tahun 2010 atau masa perizinan kedua sudah ditolak warga dan adanya surat pernyataan dari pihak Indosat dengan warga.

“Kemudian pada tahun 2015 lalu warga juga kembali komplen/protes hingga pada hari ini warga yang geram akhirnya melakukan aksi penyegelan tower tersebut. Saya selaku ketua RT akan memfasilitasi untuk menyampaikan aspirasi warga ini kepada pihak indosat agar ada tanggapan serta penanganan yang diinginkan warga,” pungkas Arifin. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi