IKLAN CUKAI DINKOMINFOTIK KAB.BREBES
BrebesNews.Co 3 February 2016 Read More →

Forum UMKM Brebes Temui Ketua MPR, ‘Wadul’ Soal Harga Bawang

audiensi dengan MPR

Forum UMKM Brebes saat foto bareng Ketua MPR Zulkifli Hasan usai pertemuan membahas harga bawang merah

BREBESNEWS.CO – Forum Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Brebes menemui Ketua Majelis Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr (HC) Zulkifli Hasan SE MM di Lantai 9, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan Jakarta, Selasa (2/2/16).

Mereka wadul ( mengadu ) terkait harga Bawang Merah yang selalu fluktuatif agar stabil. Karena ditengarai harga bawang ditingkat petani dipermainkan pihak lain sehingga petani kerap mengalami kerugian.

“Kami tidak ingin para petani terus merugi ketika panen bawang, akibat ulah pihak lain yang mempermainkan harga,” ungkap Ketua Forum UMKM Brebes Tarmidi usai menemui Ketua MPR.

Tarmidi didampingi Ketua Forum UMKM daerah penghasil bawang merah lainnya, yakni Nganjuk, Probolinggo, Bima dan Makassar guna menyampaikan problem para petani bawang tersebut. Mereka ditemui Ketua MPR dalam suasana penuh kekeluargaan diruang kerja Ketua.

“Kami hanya meminta ada regulasi yang pasti mengenai kepastian atau stabilitas harga,” ujarnya.

Dikatakan kepada Zulkifli bahwa kehadiran mereka ke gedung wakil rakyat itu untuk mengadukan nasibnya sebagai petani bawang merah yang belum beranjak membaik meski ada larangan impor bawang merah. Disebut konsumsi bawang merah nasional mencapai 1,6 juta ton, di mana produksi bawang merah dalam negeri memasok 65 persen.

Meski ada larangan impor namun mereka merasakan kehidupan mereka belum membaik. “Setelah panen harga tetap ambruk,” ujar Tarmidi.

Tak hanya itu masalah yang dihadapi oleh para petani bawang merah. Tarmidi mengharap kepada Ketua MPR agar mendesak bank-bank mau membantu petani dalam memberi pinjaman dan jaminan terhadap hasil panen mereka, seperti adanya Resi Gudang.

Menghadapi keluh kesah demikian, Zulkifli Hasan juga merasakan keheranan. Diakui saat ini harga-harga komoditas pertanian dan peternakan sangat tinggi, namun tingginya harga tersebut tidak berdampak pada kemakmuran petani sebagai produsen.

Tingginya harga komoditas tersebut bukan ditentukan oleh petani namun oleh perantara, calo, atau tengkulak. Banyaknya perantara itulah yang menyebabkan harganya menjadi melambung. Banyaknya perantara itu tidak membuat petani merasakan keuntungan.

Ditekankan oleh Zulkifli Hasan agar pemerintah memotong rantai-rantai perdagangan yang terlalu panjang sehingga menguntungkan petani. Dengan pendeknya rantai perdagangan maka petani bisa menikmati hasil produksinya.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan menegaskan agar kita harus kerja yang benar, jangan akal-akalan, kalau tidak kerja yang benar semuanya akan impor. Dikatakan kembali agar pemerintah menjembatani hubungan antara petani dan konsumen. Dirinya pun juga siap membantu petani dalam soal pinjaman bank. (ILMIE)

Posted in: Ekonomi & Bisnis