BrebesNews.Co 17 February 2016 Read More →

Rawan Longsor, Brebes Selatan Perlu Punyai Alat Berat

Salah satu titik bencal di ruas Bangbayang - jemasih

Salah satu titik bencna alam tanah longsor di ruas Bangbayang – Jemasih Kecamatan Bantarkawung

BREBESNEWS.CO – Sedikit belasan titik ruas jalan dari Bantarkawung menuju Salem, dinyatakan rawan bencana tanah longsor. Oleh sebab itu sudah selayaknya untuk wilayah selatan ada alat berat sendiri yang standar. Pasalnya selama ini upaya penanganan darurat bencana alam seperti tanah longsor masih menggunakan peralatan manual dan seadanya.

“Salah satunya di ruas Bangbayang-Jemasih yang belum lama ini terjadi tanah longsor di km 1+350 sampai dengan km 2+00 hingga menutup badan jalan,” Ungkap Heru Sahri BE, selaku kepala UPTD PU Taru Bantarkawung, Rabu (17/2/2016) diruang kerjanya.

Selain itu, lanjut Heu, di ruas Gunung larang-Salem juga sama. Kemudian dalam penanganannya masih menggunakan alat manual /seadanya saja, sehingga sempat membuat mobilitas warga menjadi terganggu

Heru Sahri memaparkan, di wilayah kerja UPTD PU Taru Bantarkawung sedikitnya ada 12 titik yang kerap mengalami bencana tanah longsor setiap kali musim hujan. Keduabelas titik itu diantaranya, ruas Bangbayang – Jemasih, ruas Pangebatan – Waru, ruas Bantarkawung – Tambak serang, ruas Cikuning – Sindangkasih, ruas Pruwatan – Cinanas dan Cibentang – Banjarsari.

Selanjutnya ruas Gunung Larang – Citimbang, ruas Ganggawang – Gunung Sugih, ruas Bentar – Ganggawang, ruas Ciputih – Kadumanis, ruas Tembong raja – Capar dan ruas Indra Jaya – Gunung jaya.

“Sebenarnya masih ada beberapa titik lagi yang kerap mangalami longsor, namun itu masuk jalan desa, akan tetapi juga butuh alat berat jika terjadi longsor,” terangnya.

Keterangan kepala UPTD PU Taru Bntarkawung ini diamini oleh para Kades Terlaya kecamatan Bantarkawung, Ujang Muhaemin.

Menurut Muhaemin, diwilayah selatan butuh alat berat sendiri yang standar. Hal ini agar manakala terjadi bencna alam tanah longsor yang besar, mereka tidak harus menunggu pihak BPBD Brebes guna menurunkan alat berat.

“Didesa Terlaya tepatnya diruas Cikuning – Secang yang merupakan jalan provinsi sepanjang 4 kilometer ini kerap mengalami tanah longsor setiap tahunnya dan jika sudah terjadi. Penganannya tidak lain harus ada alat berat untuk mengevakuasi longsoran, agar tidak terlalu lama memutuskan akses mobilitas warga baik dari arah salaem maupun dari arah Bantarkawung,” tandas Ujang Muhaemin. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi