IKLAN CUKAI DINKOMINFOTIK KAB.BREBES
BrebesNews.Co 2 March 2016 Read More →

Di Bantarkawung, Puluhan Rumah Terancam Gerusan Aliran Sungai Pemali

Tim dari PSDA Pemali comal bersama kades dan warga melakukan pengecekan di sungai pemali kec Bantarkawung

Tim dari PSDA Pemali comal bersama kades dan warga melakukan pengecekan di sungai Pemali Kecamatan Bantarkawung

BREBESNEWS.CO – Sedikitnya puluhan banguanan baik rumah, ponpes, serta sebuah masjid di desa/kecamatan Bantarkawung terancam longsor, akibat intensitas gerusan aliran sugai Pemali.

Hampir ratusan meter disepanjang aliran sungai pemali atau sekitar 1-2 hektar tanah milik warga hilang tergerus aliran Sungai Pemali. Semuanya milik warga dukuh gempol RW 01 desa Bantarkawung.

“Di daerah itu sedikitnya ada 40 rumah terancam dan beberapa ponpes serta sebuah masjid juga teracam” ujar Tarmuji (63) warga setempat, yang juga mantan Camat Larangan.

Kepala desa bantarkawung, Taufik Rahman mengatakan, kondisi seperti ini sudah terjadi sejak tahun 2005 hingga sekarang, mulai dari lebar sungai hanya 10 meter sampai saat ini lebarnya sudah mencapai 40 meter.

Disaat hujan turun cukup deras, warga selalu was-was jika terjadi banjir seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena diblok dukuh gempol ini ada delta sungai yakni sungai pemali dan sungai Ciraja.

“Jadi saat turun hujan aliran air sungai pemali dan sungai ciraja akan bertemu dan airnya kerap meluap kepemukiman hingga menyebabkan banjir,” kata Taufik.

Menurut kades, upaya kerja bakti telah dilakukan bersama warga guna membuat tanggul agar arus air sungai tidak menghantam lagi tanah warga di pinggiran sungai. Namun ternyata masih saja saat banjir datang, sedikit demi sedikit tanah warga di pinggiran sungai terus tergerus arus air sungai Pemali.

“Oleh karena itu kami meminta kedinas terkait untuk segera melakukan penangganan darurat,” ungkap kades.

Normalisasi sungai

Kasi Dalguna PSDA Pemali comal, Sukamta ST MT saat melakukan pengecekan di aliaran sungai Pemali menerangkan, setelah melihat tingkat kerusakan lingkungan yang diakibatkan hantaman arus air sungai Pemali.

Pihaknya menyatakan akan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga guna upaya normalisasi aliran sungai.

Sukatma menyatakan, beberapa sungai yang ada diwilayah selatan Brebes ini memang perlu penanganan yang koprehensif/terus menerus karena terjadi run off pada sungai. Dimana sekarang sungai bukan lagi seperti sungai melainkan sudah seperti daratan karena endapan yang menumpuk, sehingga manakala banjir datang airnya kerap meluap kemana-mana.

Seperti halnya aliran sungai keruh yang meluap kepemukiman warga di desa Adisana kecamatan Bumiayu. Upaya normalisasi sungai memang sangat diperlukan, guna mengatasi persoalan pendangkalan sungai.

“Kami akan menggandeng para pengusaha galian C didaerah sini untuk sama-sama menormalisasi sungai pemali ini, jadi kita akan sama-sama diuntungkan. Dimana para pengusaha itu akan mendapatkan material sungai yang dibutuhkan dan warga bisa ikut andil didalamnya sebagai pekerja, kemudian aliran sungai bisa kembali ke-alurnya lagi,” terang sukatma yang diamini oleh Pemerhati lingkungan Pampera Moh.Jamil. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi