Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 10 March 2016 Read More →

Dukung Piala Adipura, Pedagang Pasar Induk Brebes akan Ditertibkan

pujasera

Situasi pedagang di depan psar Induk Brebes depan Pujasera

BREBESNEWS.CO -Kepala Pasar Induk Brebes Dadang Karyawan menyatakan mendukung sepenuhnya upaya pencapaian piala Adipura bagi Kabupaten Brebes. Meskipun, dirinya mengaku masih mengalami kesulitan memindahkan pedagang yang ada di muka pasar, sehingga kesan kumuh dan semrawut masih membuat ‘bopeng’ wajah Pasar Induk Brebes.

“Kami siap mendukung penuh upaya pencapaian piala Adipura bagi Kabupaten Brebes,” tutur Kepala Pasar Induk Brebes Dadang Karyawan, saat dihubungi di kantornya, Selasa lalu (8/3/2016).

Menurut Dadang, kebersihan pasar sudah terkelola dengan baik karena telah tumbuh kesadaran dari pada pedagang yang telah membuang sampah pada tempatnya. Termasuk tersedianya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di area pasar.

“Kami telah menyediakan tenaga kebersihan lebih dari cukup untuk membuang dan mengangkut sampah hingga ke Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) di Kaliwlingi.

Meski demikian, dia mengaku masih kewalahan dengan adanya pedagang di muka pasar yang membuat pemandangan tidak sedap dipandang mata. Dadang tidak bosan-bosannya memindahkan mereka ke area Pujasera, tetapi balik lagi-balik lagi.

“Tempat sudah tersedia di Pujasera dan lantai atas, tetapi mereka tetap enggan dan balik lagi-balik lagi,” kelitnya.

Mereka, kata Dadang, beralasan tidak laku kalau pindah tempat. Apalagi menyangkut urusan perut sehingga mau tidak mau, mereka tetap membandel lagi. “Kami minta, mereka secara suka rela pindah tempat agar dagangnya jadi barokah dan membuat kenyamanan bersama,” pintanya.

Dari data yang terhimpun di Kantor Pasar Induk Brebes ada 58 pedagang yang menempati trotoar depan pasar. Mereka dari pedagang buah, bakso, telor, sandal dan lain-lain.

Perlu langkah kongkrit

Pemerhati masalah sosial Rumono Aswad melihat, keberadaan pedagang kaki lima di sepanjang jalan Jenderal Sudirman, Pangeran Diponegoro maupun Jalan Ahmad Yani dinilai telah merenggut hak-hak pejalan kaki.

Sehingga perlu langkah-langkah kongrit dari pemerintah untuk melakukan pelarangan secara tegas. Namun demikian, perlu dilakukan langkah persuasive dan tidak frontal.

“Mereka itu manusia, perlu diajak satu meja mencarri solusi bersama,” ujar Rumono.

Terbukti, pedagang di depan RSUD juga bisa pindah karena telah dilakukan upaya-upaya manis yang tidak menyinggung perasaan seseorang.

“Saya yakin mereka bisa pindah, apalagi sama-sama ingin mewujudkan Brebes yang bersih, hijau, indah, sehat (berhias). Dan juga dalam upaya meraih Piala Adipura,” kata Pade Rum, panggilan akrabnya.

Tentunya, lanjut Pade Rum, jangan sampai ada ‘main mata’ antara pedagang dan pihak-pihak tertentu yang mengakibatkan mereka kembali berdagang di sembarang tempat.

“Cobalah mengerti dan menyadari bersama, buktikan kalau masyarakat Brebes itu sangat baik, berakhlakul karimah sehingga mencintai keindahan sebagaimana Allah SWT juga sangat cinta dengan hal-hal keindahan,” papar Rumono sembari menyitir sebuah hadits. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi