Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 1 March 2016 Read More →

Intensitas Hujan Tinggi, Belasan Bangunan Pengairan di Brebes Selatan Alami Kerusakan

Salah satu lokasi longsor di aliran sungai erang desa kalierang kecamatan Bumiayu

Salah satu lokasi longsor di aliran ungai Erang Desa Kalierang Kecamatan Bumiayu

BREBESNEWS.CO – Selama bulan Februari 2016 tercatat sedikitnya ada belasan bangunan irigasi dan bendungan yang mengalami kerusakan.

Kerusakan bangunan milik dinas pengairan ini lebih banyak diakibatkan oleh intensitas hujan yang tinggi dan hantam banjir dari beberapa sungai serta tanah longsor.

Kepala UPTD Pengairan Dinas ESDM Pemali Hulu, kepada BREBESNEWS.CO, Selasa (1/3/2015) Tasali menyatakan, berdasarkan data yang sudah masuk sedikitnya 12 bangunan irigasi dan bendungan mengalami kerusakan dan tersebar di beberapa kecamatan di Brebes selatan.

Keduabelas banguanan tersebut diantaranya, Tebing sungai Cibentar Desa Bentar Kecamatan Salem yang mengancam pemukiman warga.

Selain itu saluran irigasi Petahunan kanan di Desa Sindangwangi Kecamatan Bantarkawung yang rusak sepanjang 400 meter, Tebing sungai kuya Desa Cinanas yang longsor sepanjang 30 meter dan mengancam badan jalan dan jembatan.

Lalu Saluran Bulakan di Desa Adisana kecamatan Bumiayu, Saluran Jembat didesa Pruwatan kecamatan Bumiayu yang putus sepanjang 12 meter, Saluran irigasi Notog yang ada di Desa Pruwatan dan di Desa Kalinusu yang juga rusak akibat tertimbun longsoran sepanjang puluhan meter dengan ketinggian rata-rata 3 meter.

“Untuk saluran jembat dan Notog sebenarnya kami telah melakukan penanganan darurat, namun beberapa hari kemudian kembali terjadi hujan lebat dan saluran jembat itupun kembali rusak hingga sekarang,” kata Tasali.

Selanjutnya, Saluran irigasi tanggeran berikut tebing sungai Pedes di Desa Purwodadi kecamatan Tonjong yang hanyut terbawa banjir sungai Pedes hingga mengancam badan jalan ruas Bumijawa – Linggapura,” imbuhnya.

Terpisah camat Bumiayu Urip Rosidiq mengakui, bahwa dirinya telah mendapatkan laporan dari kepala desa kalinusu, dimana telah terjadi kerusakan saluran irigasi sekunder Notog akibat tertutup tanah longsor sepanjang 25 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter dan setidaknya 250 hektar sawah warga terancam tak terairi.

Berdasarkan laporan kades, Saluran irigasi tersebut merupakan satu-satunya akses pertanian warga. Terlebih lagi saat ini para petani didesa kalinusu dalam massa pengolahan lahan pertanian yang mana sangat membutuhkan aliran air dari saluran tersebut.

Selain itu juga terjadi banjir di Desa Adisana yang merendam sejumlah pemukiman hingga merusak puluhan hektar sawah warga serta saluran irigasi dan jaringan air PDAM.

“Oleh karenanya para kades berharap dinas terkait segera melakukan penanganan atas kejadian tersebut,” ungkap camat menirukan permintaan kades. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi