Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 20 March 2016 Read More →

Jalan Longsor, Ribuan Warga Banjarsari – Cibentang Terancam Terisolir

Jalan kabupaten ruas Buaran - Banjarsari di Dukuh Cimerak Desa Cibentang Kec Bantarkawung yang longsor dan nyaris putus.

Jalan kabupaten ruas Buaran – Banjarsari di Dukuh Cimerak Desa Cibentang Kec Bantarkawung yang longsor dan nyaris putus.

BREBESNEWS.CO – Sebanyak ribuan warga dari dua desa (Banjarsari dan Cibentang) Kecamatan Bantarkawung terancam terisolir pasca longsornya badan jalan kabupaten ruas Buaran-Banjarsari, kamis petang (17/3/2016).

Longsornya badan jalan sepanjang 30an meter terjadi akibat terjangan banjir sungai Cihaur setelah diguyur hujan selama seharian.

Untuk sementara jalur yang merupakan akses satu-satunya itu hanya bisa dilalui oleh sepeda motor saja, karena badan jalan habis akibat longsor.

“Kami terpaksa melakukan langsiran dengan kendaraan lain, lantaran badan jalan habis kena longsor dan kita tidak bisa melanjutkan perjalanan, sehingga upaya ini dilakukan,” kata Tohirin (35) supir L300 yang membawa kedelai untuk pengrajin tahu di desa Banjarsari.

Kepala Desa (Kades) Cibentang, Nafsin mengatakan, ampak yang terasa adalah putusnya perekonomian warga dimana sebanyak 4000 jiwa lebih warganya yang berdomisili di dukuh Ciawi, ciasem dan dukuh cibentang atas tidak bisa melakukan aktivitasnya, akibat kendala transportasi.

“Akibat kejadian itu warga kami terancam terisolir dan kesulitan dalam hal mobilitas, karena badan jalan habis terkikis longsoran,” ujarnya.

Nafsin menambahkan, Selain warga desa Cibentang, hal ini juga berdampak pada warga desa Banjarsari, hampir 5000-an lebih yang secara jelas sebagai pengguna jalan tersebut.

Selanjutnya jika hal ini dibiarkan dan tidak ada penanganan yang serius dari dinas terkait, jembatan yang membentang diatas sungai Cihaurpun bisa juga terkena longsoran berikutnya.

“Alhamdulillah saat ini sudah ada alat berat dari pihak PU guna upaya pengarugan badan jalan yang rusak dan upaya normalisasi sungai. Kami juga tengah mengupayakan lobi dengan para pemilik lahan disekitar sungai Cihaur, agar upaya pengarugan dan normalisasi bisa berjalan lancar,” ungkap Nafsin.

Dari hasil pantauan, sejak Minggu pagi (20/3/2016) tampak alat berat yang diturunkan pihak PU tengah melakukan aktifitasnya di Sungai Cihaur berupa pengarugan dan noralisasi. Untuk pengarugan badan jalan yang longsor itu diambil dari material Sungai Cihaur dan sesekali menormalkan aliran sungai dengan memindahkan material sungai ketempat lain.

Rujo salah seorang pegawai UPTD Bantarkawung menyatakan, bantuan alat berat yang diturunkan pihak PU memang hanya sebatas untuk upaya pengarugan badan jalan yang rusak dan upaya normalisasi sungai. Sementara untuk penanganan selanjutnya akan diambil dari alokasi proyek pembangunan pembukaan akses perbatasan (Brebes-Cilacap) yang senilai Rp 2 Milyard.

“Namun ini baru wacana upaya penanganan selanjutnya, kita liat saja bagaimana langkah selanjutnya tergantung Bupati,” terang Rujo. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi