Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 6 March 2016 Read More →

Menata Ulang Pantai Randusanga Indah

opini

Oleh : Kaserin

(Alumni Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan UGM
Asal Luwunggede Kecamatan Larangan)

Setelah lima tahun tidak mengunjungi Pantai Randusanga Indah (Par-in) akhirnya Sabtu (13 Februari 2016) kemarin saya berkesempatan kembali mengunjungi objek wisata yang bisa jadi merupakan ikon wisata Kabupaten Brebes di bagian utara tersebut. Ada hal yang berubah, namun ada juga kondisi yang ternyata tidak berubah selama ini.

Kondisi yang berubah di Par-in diantaranya semakin banyak warung yang berjejer dari ujung barat sampai ujung timur, semakin teduhnya suasana di tepi pantai karena semakin banyak pohon cemara yang ditanam sepanjang pantai. Namun ternyata ada satu hal yang tidak berubah dari Pantai Randusanga Indah yaitu kondisi pantai yang kotor oleh sampah.

Sebagai salah satu objek wisata di Kabupaten Brebes, ParIn memiliki kelebihan dari segi kemudahan aksesibilitas (jalan masuk lokasi) dibandingkan objek wisata lain yang ada di Kabupaten Brebes.

ParIn yang berjarak hanya beberapa kilometer dari jalur pantura sangat memudahkan pengunjung untuk datang tanpa hambatan yang bersifat geografis seperti jika kita berkunjung ke objek wisata yang ada di Kabupaten Brebes bagian selatan.

Maka tidak mengherankan jika Par-in menjadi objek wisata primadona di wilayah Brebes utara yang ditandai dengan banyaknya pengunjung setiap hari apalagi di saat musim liburan tiba walaupun pengunjung masih didominasi oleh masyarakat Kabupaten Brebes sendiri.

Maka dengan melihat strategisnya posisi Par-in dalam pariwisata di Kabupaten Brebes maka sudah seharusnya ada penataan yang lebih intens di Pantai Randusanga Indah, apalagi visi pariwisata pemerintah Kabupaten Brebes yaitu Mewujudkan Kabupaten Brebes Sebagai Salah Satu Daerah Tujuan Wisata di Jawa Tengah.

Tentu saja dengan visi tersebut artinya bahwa pemerintah Kabupaten Brebes menginginkan objek wisata di Brebes tidak hanya dikunjungi warga Kabupaten Brebes tapi juga dikunjungi oleh masayarakat dari kabupaten lain. Maka menciptakan objek wisata yang memiliki nilai jual merupakan sebuah keharusan bagi pemerintah selaku pemilik dan pengelola objek wisata.

Pertanyaannya apakah Par-in atau Pantai Randusanga Indah sudah layak menjadi objek wisata andalan untuk menarik minat pengunjung dari luar daerah Kabupaten Brebes ? Rasanya belum jika melihat kondisi yang ada.

Keberadaan Warung di Pinggir Pantai

Ada hal yang mengusik ketika melihat deretan warung-warung yang berjejer di sepanjang pantai. Keberadaan warung-warung tersebut rasanya menarik untuk dibahas karena beberapa hal yaitu letaknya yang terlalu dekat dengan pantai dan bentuk designnya dimana warung-warung tersebut di bagian belakangnya disekat menjadi ruang-ruang yang hampir menyerupai sebuah kamar.

Rasanya banyak pengunjung pantai yang selama ini merasa kurang nyaman dengan keberadaan warung-warung sepanjang pantai yang letaknya terlalu berdekatan dengan pantai sehingga mengurangi ruang bagi pengunjung untuk menikmati ataupun bermain-main di pantai.

Warung-warung tersebut juga menginvasi atau memakan tempat area rindang di bawah pohon-pohon cemara yang tumbuh di bagian timur pantai. Menurut hemat saya alangkah baiknya seandainya warung-warung sepanjang pantai tersebut ditata kembali letaknya ke arah selatan, sejajar dengan warung sea food yang selama ini telah ada.

Jika area pantai steril dari warung-warung tersebut pastinya akan memberi ruang yang lebih luas bagi pengunjung untuk bermain di pantai, bermain bola misalnya atau sekadar duduk-duduk menikmati pemandangan dan angin pantaidi bawah rindangnya pohon cemara.

Ada yang menarik atau malah menggelitik ketika mengamati design dan bentuk warung yang ternyata di bagian belakangnya disekat beberapa bagian yang menyerupai kamar. Pertanyaan yang pasti muncul adalah mengapa harus dibentuk seperti itu, apa fungsinya.

Satu hal yang tidak bisa dipungkiri ketika kita melihat sekatan ruang yang seperti itu yang muncul adalah fungsi ruangan yang seperti itu lebih ke arah mesum. Kalau hanya diperuntukkan hanya sekadar menikmati pemandangan pantai mengapa harus disekat tinggi menyerupai kamar.

Hal ini tentu saja tidak bagus untuk citra atau imej sebuah objek wisata ketika kesan negatif sudah muncul dan melekat. Maka penataan kembali letak warung-warung sepanjang pantai ke arah selatan akan membuat warung-warung tersebut hanya menjual makanan dan minuman saja tanpa menyediakan ruangan bersekat-sekat seperti yang ada selama ini.

Kebersihan pantai

Permasalahan kebersihan pantai juga harus menjadi perhatian pengelola pantai karena selama ini Pantai Randusanga Indah terlihat kotor oleh sampah, apalagi di saat musim penghujan seperti saat ini. Kalau dilihat sekarang kondisi pantai yang kotor akibat sampah bekas bungkus snack, botol, bungkus permen dan kayu kering yang berserakan di sepanjang pantai.

Kebersihan pantai bisa dilakukan dengan mewajibkan setiap warung yang ada di pantai untuk menyediakan tong sampah, membuat plang larangan kepada setiap pengunjung untuk membuang sampah sembarangan di beberapa sudut pantai yang mudah dilihat pengunjung.

Walaupun Par-in tidak memiliki daya tarik pasir putih seperti pantai-pantai di Pacitan, namun jika kondisinya bersih maka akan menarik minat pengunjung untuk berkunjung, bermain dan berlama-lama menikmati suasana pantai.

Pariwisata sekarang telah menjadi bidang yang digencarkan oleh pemerintah karena manfaatnya untuk menggerakkan kegiatan ekonomi yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf ekonomi di daerah bersangkutan. Maka sudah sewajarnya jika objek wisata menampilkan citra dan imej yang baik agar bisa mengundang banyak orang untuk mengunjunginya. (*)

Posted in: Opini