Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 6 March 2016 Read More →

Program Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya Desa Wanatirta Paguyangan Disoal

RTLH

Ilustrasi

BREBESNEWS.CO – Sedikitnya 100 unit rumah tidak layak huni ( RTLH ) di Desa Wanatirta Kecamatan Paguyangan yang telah diperbaiki melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2015, kini disoal warga.

Pasalnya penerima BSPS itu masih bertanya-tanya apakah program ini telah selesai atau belum? Dan beberapa lembaga desa seperti LPM serta BPD juga mempersoalkan aliaran dana BSPS tersebut yang penuh kerancuan.

Ketua LPM Kisro mengatakan, sebagian para penerima program BSPS ini banyak menanyakan kejelasan status rumah mereka yang belum selesai 100 persen.

“Seperti contoh ada rumah yang belum dikramik, ada rumah yang belum cat, adapula yang plaflomnya belum dipasang dan beberapa keluhan lainnya, sehingga untuk klarifikasi persoalan ini harus ada pertemua semua pemangku kepentingan di Desa Wanatirta,” ujar Kisro ke sejumlah awak media, Minggu (6/3/2016).

Hal senada juga dikatakan wakil ketua BPD, Ali Sarjono bahwa pihak BPD melihat ada kerancuan pada aliran dana BSPS Desa Wanatirta, dimana beberapa harga material bangunan yang tidak realistis dan adanya catatan pengeluaran yang dikeluarkan oleh suplayer ke beberapa fasilitator guna kepentingan pembelian material bangunan ditempat lain.

“Padahal setahu kami, suplayerlah yang seharusnya memenuhi kebutuhan material bangunan untuk program BSPS ini. Kenapa bisa membeli material diluar atau ditempat lain ? Saat BPD bersama LPM mengklarifikasi ke suplayer, kami malah mendapatkan tanggapan yang kurang enak,” katanya.

Menyikapi kegaduhan warga tersebut, Kades Wanatirta, H Sunu menerangkan, bahwa pada tahun 2015 lalu Desa Wanatirta mendapatkan program BSPS senilai Rp.1,3 Milyard untuk merenovasi sejumlah RTLH.

“Sebenarnya pihak Pemdes Wanatirta telah mengusulkan sebanyak 300 RTLH namun yang keluar baru 100 RTLH dan itupun belum tepat sasaran,” ujar Sunu.

Sementara itu Mardianto salah seorang tokoh masyarakat Desa Wanatirta menyatakan, memang program BSPS yang dimulai sejak 1 November 2015 ini, idealnya sudah selesai tetapi kenyataan di lapangan masih saja ada RTS yang bertanya-tanya status rumah mereka.

Oleh sebab itu dirinya meminta para fasilitator program BSPS ini untuk segera melakukan pengecekan ketiap RTLH yang digarap, agar jelas mana yang sudah selesai dan mana yang belum.

“Memang BSPS ini program stimulan, tetapi masih banyak warga yang belum faham,karena minimnya sosialisasi dari fasilitator,” unkapnya.

Madianto berharap persoalan ini jangan sampai menghambat program RTLH selanjutnya, dimana pada tahun 2016 ini rencananya akan ada progrm yang sama untuk 1500 unit RTLH.
(Dhani_Bumiayu)

Posted in: Sosial