Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 14 March 2016 Read More →

Tekan Kematian Ibu Anak, Kerjasama Kesehatan Antar Daerah Perbatasan Diinisiasi

inisiasi kerjasama kesehatan

Inisiasi kerja sama kesehatan di daerah perbatasan tingkat Kabupaten/kota Jawa Tengah – Jawa Barat

BREBESNEWS.CO – Upaya peningkatan derajat kesehatan bagi warga masyarakat Kabupaten Brebes terus dilakukan antara lain dengan menginisiasi kerjasama layanan rujukan antar wilayah perbatasan di bidang kesehatan.

Jumlah penduduk yang banyak di Kabupaten Brebes menjadikan daya tampung pelayanan rujukan tidak bisa tertampung di RSU maupun Puskesmas di Kabupaten Brebes.

“Wilayah Kabupaten Brebes dikepung daerah-daerah tetangga yang memiliki Rumah Sakit yang besar sehingga tidak berobat di Brebes,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sri Gunadi Purwoko, saat pertemuan lintas batas 2016, review perjanjian kerja sama dan inisiasi perjanjian kerjasama lintas batas untuk memperkuat jejaring rujukan pasien di Grand Dian Hotel Jalan Jenderal Sudirman 20 Brebes, Senin, (14/3/2016).

Gunadi menjelaskan, dari kegelisahan tidak terlayaninya penduduk Kabupaten Brebes oleh rumah sakitnya sendiri, terutama masyarakat yang berada di perbatasan Jawa Barat maka perlu dijalin kerja sama antar kawasan lintas perbatasan.

“Kami hanya memiliki 9 rumah sakit (RS) dan 38 puskesmas dan dengan jarak yang berjauhan, maka daerah tetangga yang lebih dekat menjadi rujukan masyarakat Brebes,” kata Gunadi.

Untuk itu, lanjutnya, perlu di laksanakan perjanjian kerja sama lintas batas tentang pelayanan rujukan kegawat daruratan maternal dan neonatal lintas wilayah tahun 2016.

Dengan perjanjian ini, para pihak terkait mampu meningkatkan pelayanan rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal di luar wilayah Kab. Brebes secara efektif, efisien berkeadilan dan memenuhi tata kelola Klinis pada wilayah pelayanan.
Sasaran dari kesepakatan ini, nantinya bisa tercapai visi zero tolerance to death (terwujudnya keselamatan semua ibu dan bayi baru lahir).

“Dengan didukung data yang akurat, penurunan angka kematian maternal dan neonatal ke angka yang serendah rendahnya,” pungkas Gunadi.

Ketua Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) Kuningan, Kota/Kabupaten Cirebon, Brebes, Kabupaten/Kota Tegal, Cilacap, Banjar, Majalengka dan Panangandaran (Kuncibersama) Aang Hamid Suganda mengatakan, kerjasama terjalin karena ada kesatuan pandangan dan kebutuhan.

Seperti halnya dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, seperti penurunan angka kematian ibu dan anak harus disadari bersama ketika terjadi kegawatdaruratan.

“Tidak boleh tidak, kita harus saling bekerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Perlu dokter spesialis

Rata-rata rumah sakit belum memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang seimbang dengan jumlah rumah sakit yang tersedia. Untuk itu, perlu adanya kerja sama dalam memenuhi SDM tadi.

Untuk meningkatkan SDM, bagi daerah Brebes, Tegal, Slawi, Cirebon, Kuningan, Banyumas, Cilacap dan sekitarnya baru ada satu Universitas Negeri yakni Universitas Jenderal Sudirman di Purwokerto (Unsoed).

“Kita bisa berharap, dari kampus tersebut bakal mencetak dokter-dokter spesialis,” harap Aang yang juga mantan Bupati Kuningan.

Selain Bupati Brebes Hj. Idza priyanti juga hadir 80 orang peserta, turut hadir perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Jateng dan Jabar, Team Leader Emas Jateng, Direktur Rumah Sakit Negri dan Swasta di Brebes, Tegal, Slawi, Cirebon, Cilacap dan Banyumas.

Selanjutnya peserta melakukan penandatanganan Draft Perjanjian Kerjasama tentang pelayanan rujukan kegawat daruratan maternal dan neonatal lintas batas wilayah Kabupaten. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi