Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 10 April 2016 Read More →

PKB Gelar Musabaqoh Kitab Kuning di Ponpes Benda Sirampog

Suasana Musabaqoh Kitab Kuning tingkat Nasional di ponpes AL Hikmah 02 Benda Sirampog Brebes

Musabaqoh Kitab Kuning tingkat Nasional di ponpes AL Hikmah 02 Benda Sirampog Brebes

BREBESNEWS.CO – Sebagai upaya mengembalikan jati diri pondok pesantren (ponpes) dan membumikan kitab kuning, PKB (partai Kebangkitan Bangsa) menggelar Musabaqoh Kitab Kuning (MKK), Sabtu (9/4/2016)) di ponpes Al Hikmah 02 Benda Sirampog.

Ajang MKK tingkat Nasional ini dibuka secara langsung oleh pengurus DPP PKB, Badrudin Nasori yang disaksikan oleh para petinggi pengurus partai dari mulai DPC hingga DPW dan para anggota DPRD dari dapil IX dan X Jawa Tengah, serta para tokoh NU lainnya.

Panitia lokal, Mustolah mengatakan, kegiatan MKK ini sebagai bentuk penghargaan terhadap khasanah dan mengembangkan kekayaan keilmuan pesantren sekaligus melestarikan nilai-nilai di dalamnya.

“Pada intinya kegiatan Musabaqoh Kitab kuning ini sebagai wahana mengembalikan jatidiri ponpes dan membumikan kitab kuning,” katanya.

Menurutnya, Untuk para dewan juri pada MKK di Pondok Pesantren Al Hikmah 02 Benda Sirampog Brebes diantaranya, KH. Subkhan Makmun, KH. Mansyurtarsudi, KH Mukhlas Hasyim, Dr KH Ahmad Sidik, KH Shofiyulloh Mukhlas dan KH Aminudin Masyhudi.

“Musabaqoh Kitab Kuning PKB juga diselenggarakan di 31 Ponpes yang tersebar di 20 propinsi seluruh Indonesia,” terangnya.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 02 Benda Sirampog Kiai Solahudin Masruri menambahkan, Kitab Kuning adalah istilah yang disematkan pada kitab-kitab berbahasa Arab, yang biasa digunakan di banyak pesantren sebagai bahan pelajaran. Dinamakan kitab kuning karena kertasnya berwarna kuning.

Sebenarnya warna kuning itu hanya kebetulan saja, lantaran dahulu barangkali belum ada jenis kertas seperti zaman sekarang yang putih warnanya. Dalam Kitab kuning selain berisi tentang ilmu keagamaan juga sebenarnya berisi ilmu-ilmu tentang kehidupan, baik ekonomi, politik, sosial, kesehatan, sex education pun dibahas didalamnya.

“Hanya saja ditulis dengan huruf Arab Pegon serta bahasanya yang masih asing bagi masyarakat awam, padahal isinya sangatlah bagus dan semua orang sepertinya harus belajar membaca kitab kuning. Karena ilmu-ilmu didalamnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Abah Solah.
(DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi